Tampilkan postingan dengan label saham matahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saham matahari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2019

Persaingan bisnis meningkat, Matahari Department Store (LPPF) perlu berbenah


JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dinilai perlu melakukan serangkaian upaya agar dapat bersaing dengan kompetitor bisnis lainnya sekaligus meningkatkan kinerja keuangan emiten tersebut.





Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Janni Asman menyampaikan, salah satu usaha yang dapat dilakukan LPPF, anggota indeks Kompas100 ini, adalah menambah varian produk baru.





Sebagai informasi, belum lama ini LPPF ditunjuk sebagai distributor eksklusif merek pakaian dan sepatu olahraga asal China, yakni 361°. Bahkan, sejak Desember lalu LPPF telah membuka tiga outlet 361°.





Tak hanya itu, perusahaan mendapat hak eksklusif untuk menjual produk fashion asal Italia, OVS, di Indonesia. “LPPF berencana membuka 30 outlet OVS di dalam department store pada semester pertama dan 10 outlet pada semester kedua nanti,” tulis Janni dalam riset, 5 Maret.





Analis Ciptadana Sekuritas Asia Robert Sebastian melihat, penunjukkan LPPF sebagai distributor produk merek OVS bisa berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan. Pasalnya, OVS dikenal memiliki pangsa pasar yang cukup besar di Italia dan harga produk-produknya masih terjangkau oleh masyarakat menengah di Indonesia.





Penambahan varian produk baru memang perlu dilakukan oleh LPPF. Sebab, emiten ini mendapat tantangan bisnis dari kehadiran toko-toko khusus atau specialty store.





Toko khusus ini disebut Robert memiliki keunggulan berupa produk-produk yang lebih beragam sekaligus spesifik. Apalagi, lokasi toko khusus ini biasanya masih di satu mal yang sama dengan gerai milikLPPF. “Keberadaan special store bisa merebut konsumenLPPF bila perusahaan tidak membenahi kualitas produknya,” ungkapnya, Selasa (19/3).





Selain penambahan produk baru, LPPF juga tetap berekspansi dengan rencana membuka sekitar empat toko hingga enam toko baru dan menutup dua toko hingga tiga toko lama di tahun ini. 





Perusahaan mengalokasikan dana belanja modal atau capital expenditure (capex)di kisaran Rp 400 miliar—Rp 500 miliar di tahun ini. Emiten ini juga telah menyiapkan capex tambahan sebesar Rp 200 miliar.





Menurut perhitungan Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya, capex LPPFdi tahun ini diperkirakan dua kali lipat lebih besar dari capex di tahun 2017 silam. Emiten grup Lippo ini pun mesti waspada. “Peningkatan capex di tengah potensi pertumbuhan pendapatan yang lebih terbatas dapat membebani margin LPPFuntuk beberapa waktu,” ulasnya dalam riset per 5 Maret.





Christine memproyeksikan pendapatanLPPF hanya tumbuh 0,87% di tahun ini menjadi Rp 10,33 triliun. Di sisi lain, laba bersih perusahaan ditaksir dapat melesat hingga 66,05% menjadi Rp 1,81 triliun di akhir tahun nanti.





Ia  memilih untuk merekomendasikan jual saham LPPF dengan target Rp 4.900 per saham. Begitu pula dengan Janni yang menyarankan jual sahamLPPF dengan target Rp 4.400 per saham.





Sebaliknya, Robert masih merekomendasikan beli saham LPPF dengan target Rp 5.250 per saham. Rencana buyback yang dilakukan olehLPPF diyakini akan memperbaiki kinerja saham emiten tersebut. Alhasil, daya tarik saham LPPF kembali meningkat di kalangan investor.





Apalagi,LPPF dikenal sebagai emiten pemberi dividen yield yang menarik. Walaupun rasio pembayaran dividen LPPF kini turun dari 70% menjadi 50% terhadap laba bersih akibat faktor penurunan kinerja di tahun lalu.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/persaingan-bisnis-meningkat-matahari-department-store-lppf-perlu-berbenah






Reporter: Dimas Andi 
Editor: Herlina Kartika





ingin bersih-bersih namun tidak mempunyai waktu luang? serahkan kepada kami, jasa bersih kost dan rumah jogja


Analis: Saham Matahari (LPPF) masih layak koleksi meski kinerjanya turun di 2018


JAKARTA. PT Matahari Department Store Tbk meraih kinerja yang kurang memuaskan sepanjang tahun lalu. Analis pun melihat, bukan perkara mudah bagi emiten berkode LPPF tersebut untuk memperbaiki kinerja keuangannya pada tahun ini.





Seperti yang diketahui, meski mengalami kenaikan pendapatan sebesar 2,2% (yoy) menjadi Rp 10,24 triliun, tapi laba bersih emiten anggota indeks Kompas100 ini, tergerus 42,5% (yoy) menjadi Rp 1,09 triliun.





Di samping itu, pertumbuhan penjualan di tiap toko atau same sales store growth (SSSG) yang diraih LPPF hanya mencapai 3,5% sepanjang tahun lalu.





Analis Ciptadana Sekuritas Asia Robert Sebastian menilai, kinerja LPPF masih berpeluang tumbuh di tahun ini, namun cenderung terbatas. Dari sisi SSSG, Robert memperkirakan LPPF akan kembali mencetak SSSG di level satu digit pada tahun ini.





Hal itu masih wajar mengingat penjualan produk LPPF tergolong rendah dalam beberapa tahun terakhir. Tengok saja, LPPF sempat mencetak pertumbuhan SSSG -1,2% di tahun 2017 lalu, sebelum akhirnya kembali tumbuh secara positif di tahun 2018.





“Dari situ, LPPF masih butuh waktu untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatannya secara signifikan,” ujar dia, Selasa (19/3).





Memang, sebagai emiten ritel yang menyasar konsumen kelas menengah, di atas kertas LPPF akan merasakan dampak positif peningkatan dana bantuan sosial dari pemerintah di tahun ini.





Akan tetapi, sentimen tersebut belum tentu efektif bagi LPPF akibat persaingan bisnis yang meningkat.





Menurut Robert, karena kontribusi penjualan online masih minim, kompetitor bisnis bagi LPPF untuk saat ini bukan berasal dari perusahaan e-commerce. Pesaing berat justru berasal dari perusahaan-perusahaan toko khusus atau specialty store.





Walau tidak menyebut contoh nama kompetitor yang dimaksud, Robert bilang toko khusus ini memiliki keunggulan berupa produk-produk yang lebih beragam sekaligus spesifik. Apalagi, lokasi toko khusus ini biasanya masih di satu mal yang sama dengan gerai milik LPPF.





“Keberadaan specialty store bisa merebut konsumen LPPF bila perusahaan tidak membenahi kualitas produknya,” ungkap Robert.





Ia pun masih merekomendasikan beli saham LPPF dengan target Rp 5.250 per saham. Rencana buyback yang dilakukan oleh LPPF diyakini akan memperbaiki kinerja saham emiten tersebut, sehingga menarik bagi para investor.





Apalagi, LPPF dikenal sebagai emiten pemberi dividen yield yang menarik. Walaupun, rasio pembayaran dividen LPPF kini turun dari 70% menjadi 50% terhadap laba bersih akibat faktor penurunan kinerja di tahun lalu.





Sumber :https://investasi.kontan.co.id/news/analis-saham-matahari-lppf-masih-layak-koleksi-meski-kinerjanya-turun-di-2018





Reporter: Dimas Andi
Editor: Tendi





liburan di kost akan terasa lebih nyaman jika ruangan kamu bersih dan rapi, tapi mager? jangan khawatir klik jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik