Tampilkan postingan dengan label investasi kontan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label investasi kontan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2019

Daftar 10 saham yang jadi top trading dari volume transaksi, Selasa (7/5)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan menguat 0,65% ke level 6.297,32 pada penutupan perdagangan Selasa (7/5). Sejak awal tahun, IHSG hanya naik 1,66%.





Kemarin, volume perdagangan saham mencapai 14,54 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,49 triliun. Sedangkan, frekuensi transaksi mencapai 411.415 kali.





Menurut data RTI, saham TRAM menjadi top trading dari volume transaksi. Selasa (7/5), volume transaksi saham TRAM mencapai 1,31 miliar saham.





Berikut 10 saham yang jadi top trading dari volume transaksi di perdagangan, Selasa (7/5):





10 Saham dengan Volume Transaksi Terbesar, Selasa (7/5)
KodeVolume TransaksiPEREPSPBV
TRAM1.311.181.50020,6761,16
MABA1.161.877.300-3,85-131,39
RIMO1.108.810.80044,6731,09
NUSA873.311.700-31,5-20,64
BUMI630.844.5003,1421,07
IIKP418.794.8000010,25
MYRX286.926.00010111,11
ARMY265.614.00031,2101,93
SOCI212.126.2008,74270,35
MAMI189.970.10013911,09




Sumber: RTI





 Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/daftar-10-saham-yang-jadi-top-trading-dari-volume-transaksi-selasa-75





Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat





apakah anda ingin rumah atau kos anda bersih, namun tidak memiliki waktu untuk membersihkannya? hubungi kami segera cleaning service panggilan jogja


Ini 10 saham dengan kenaikan harga tertinggi, Selasa (7 Mei 2019)


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,65% ke level 6.297,32 pada penutupan perdagangan Selasa (7/5). Saham TRISmenjadi saham dengan kenaikan harga terbesar, kemarin.





Harga saham TRIS menguat 21,05% ke level Rp 276 per saham dan menjadi pemuncak top gainers, Selasa (7/5).





Berikut 10 saham yang menjadi top gainers di perdagangan, Selasa (7/5):





10 Saham Top Gainers, Selasa (7/5)
KodeHargaPerubahan (%)PEREPSPBV
TRIS27621,0518,4150,79
LRNA15518,32-1,82-850,2
POOL2.27014,65-189,17-125,42
SOCI23614,568,74270,35
BULL21614,298270,56
AKSI29014,176,04481,76
RELI22611,88-28,25-80,9
BMAS37811,8323,63161,4
YPAS49210,31-492-12,78
BUMI13010,173,1421,07




Sumber: RTI





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/ini-10-saham-dengan-kenaikan-harga-tertinggi-selasa-7-mei-2019





Reporter: Khomarul Hidayat 
Editor: Komarul Hidayat





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik






Lima saham merah, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (7 Mei 2019)


JAKARTA. Selasa (7/5) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menghijau. Ketika bursa saham tutup lapak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat 40,97 poin (0,65%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6.297,32.





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, turut naik 8,46 poin (0,86%) menuju 994,17.





Indeks Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar juga naik. Indeks terbitan Kompas ini meloncat 9,81 poin (0,78%), lalu mendarat di ​1.274,56.





Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 4,08 kali, 5,39 kali, dan 5,63 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh MNCN, ​​​​ADRO,​ TKIM, UNTR, PTBA, ELSA, dan INKP.





Dari seluruh saham yang masuk dalam daftar 10 saham LQ45 dengan PER terendah, lima saham turun harga dari penutupan sebelumnya.





Mereka adalah ITMG, Adaro Energy Tbk (ADRO), ​Tjiwi Kima Tbk (TKIM), Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP​).





Adapun empat saham lain berhasil naik harga dibanding harga penutupan sebelumnya, yaitu ERAA, Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), United Tractor Tbk (UNTR), dan Elnusa Tbk (ELSA). 





Satu-satunya saham yang tak berubah harga adalah SRIL.





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (6/5)Harga (7/5)PBVPER
ERAA1.0651.0850,724,08
ITMG18.12518.1001,465,39
SRIL3383380,925,63
MNCN9009051,185,92
ADRO1.3151.3100,676,18
TKIM9.3509.3251,628,16
UNTR26.92527.1501,698,29
PTBA3.7903.4002,238,61
ELSA3623680,798,76
INKP6.9256.7750,688,9




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/lima-saham-merah-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terkecil-7-mei-2019





Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





rumah berantakan, kotor, dan kurang nyaman? klik cleaning service rumah jogja untuk mendapatkan solusi terbaik







Kamis, 09 Mei 2019

Wall Street masih memerah, meningkatnya tensi perdagangan China-AS biangnya


NEW YORK. Wall Street melanjutkan penurunannya pada perdagangan Selasa (7/5). Pelaku pasar meninggalkan aset berisiko yang dipicu kekhawatiran baru atas negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan China buntut pernyataan Donald Trump.





Mengutip Reuters, pukul 9:53 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 284,00 poin, atau 1,07%, pada 26.154,48. S&P 500 turun 32,81 poin, atau 1,12%, pada 2.899,66 dan Nasdaq Composite turun 94,62 poin, atau 1,16%, pada 8.028,67.





Semua sektor pada indeks  utama S&P diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor industri, mencatat penurunan tertajam 1,6%.





Boeing Co, eksportir tunggal AS terbesar ke China, tergelincir 1,8% dan Caterpillar Inc turun 1,3%.





Perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi termasuk Microsoft Corp, Apple Inc, Amazon.com Inc dan Facebook Inc turun lebih dari 1% dan sekaligus menyeret pasar.





Sebelumnya, Trump menyampaikan pernyataan yang mengejutkan pada Minggu (5/5), akan menaikkan tarif untuk produk China pada hari Jumat. Jika kesepakatan dengan China tidak kunjung diketok.





Sikap Trump ini langsung memicu aksi jual di pasar global dan sekaligus meningkatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global.





"Ada beberapa ketidakpastian tentang apa hasil akhir dari negosiasi perdagangan nantinya. Jika tidak ada kesepakatan yang akan ditafsirkan secara negatif oleh pasar," kata Matt Forester, chief investment officer BNY Mellon Lockwood Advisors di King of Prussia, Pennsylvania. .





Rencananya, Wakil Perdana Menteri China Liu He akan mengunjungi AS pekan ini untuk melakukan pembicaraan perdagangan. Kabar ini sedikit meredakan ketegangan atas perang dagang.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/wall-street-masih-memerah-meningkatnya-tensi-perdagangan-china-as-biangnya






Reporter: Yudho Winarto 
Editor: Yudho Winarto





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service rumah jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Jelang lebaran, berikut saham-saham ritel yang patut dicermati


JAKARTA. Sejumlah analis menyarankan kepada investor untuk mencermati beberapa saham sektor ritel karena prospeknya baik di sepanjang bulan Ramadan hingga menjelang perayaan lebaran nanti.





Di antara beberapa saham ritel, sejumlah analis lebih rekomendasikan untuk mencermati PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS, anggota indeks Kompas100ini), PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF, anggota indeks Kompas100 ini). Sedangkan untuk PT Hero Supermarket Tbk (HERO) direkomendasikan untuk avoid.





Menilik laporan tiga bulan pertama di 2019 ini, Ramayana (RALS) mencatatkan penjualan kuartal I 2019 tumbuh sebesar 1,6% dibandingkan periode yang sama di bulan sebelumnya menjadi Rp 1,54 triliun.





Adapun laba bersih juga meningkat sebesar 428,2% year on year (yoy) menjadi Rp 77,5 miliar. Margin laba bersih mencapai 5,0% dari total penjualan bersih tiga bulan pertama tahun 2019.





Emiten ritel lainnya Matahari Departemen Store (LPPF) yang mencatatkan penurunan penjualan bersih sebesar 11,7% dari Rp 1,96 triliun di kuartal I 2018 menjadi RP 1,92 triliun. Sementara itu labanya juga turun 42% menjadi Rp 142,5 miliar.





HERO membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 0,3% yoy dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp 3,05 triliun. Namun HERO rugi cukup besar di tiga bulan pertama 2019 sebesar Rp 3,5 miliar.





Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan menjelang momen hari raya Idul Fitri membuat emiten di sektor ritel mengalami peningkatan penjualan dan laba karena peningkatan aktivitas belanja.





“Perlu dicermati juga persaingan yang ketat di sektor ritel saat ini membuat beberapa emiten sedikit kesulitan mencatatkan kinerja yang positif,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (7/5).





Misalnya saja saham RALS dan LPPF yang direkomendasikan untuk hold sambil wait and see. Saham RALS sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.





Senada dengan rekomendasi atas RALS, Wawan menyarankan investor mencermati pergerakan dari LPPF seiring dengan akan dilakukannya aksi korporasi buy back saham. Sehingga jumlah saham beredar berkurang dan meningkatkan laba per saham.





Wawan juga menjelaskan LPPF dikenal sebagai emiten dengan dividen yield yang menarik. Perusahaan juga ditunjuk menjadi distributor eksklusif untuk beberapa merek produk dari luar negeri yang menambah varian produk dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja di samping terus mengembangkan gerai ritel LPPF di beberapa lokasi baru.





Meski diprediksi akan mengalami kenaikan pada momen menjelang hari raya, “Namun kenaikan saham emiten diperkirakan akan terbatas mengingat kinerja yang tidak terlalu baik di tengah persaingan yang ketat dan pergeseran pola konsumsi di masyarakat,” ujarnya.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/jelang-lebaran-berikut-saham-saham-ritel-yang-patut-dicermati






Reporter: Arfyana Citra Rahayu 
Editor: Yudho Winarto





apakah anda ingin membersihkan rumah atau kost anda namun tidak memiliki waktu luang? serahkan kepada kami, klik jasa bersih rumah dan kost jogja untuk solusi terbaik


Mengintip kembali kinerja emiten sektor makanan-minuman selama kuartal I 2019


JAKARTA. Kinerja keuangan perusahaan yang melantai di bursa atau emiten sedang ditunggu oleh para investor saham, tak terkecuali emiten-emiten sektor makanan dan minuman.





Bila menilik laporan keuangan yang beberapa hari terakhir sudah dirilis, bisa dibilang secara keseluruhan, kinerja keuangan perusahaan makanan-minuman pada kuartal I tahun ini cukup baik.





Mari kita tilik kinerja dua perusahaan dua grup Salim misalnya yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP, anggota indeks Kompas100 ini) dan induk perusahaannya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF, anggota indeks Kompas100 ini). Dua perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan, baik dari pendapatan maupun labanya.





Pada kuartal I tahun ini, ICBP meraup pendapatan sebesar Rp 11, 25 triliun atau tumbuh sebesar 13, 8% dibandingkan kuartal I tahun 2018. Asal tahu, pada triwulan pertama tahun 2018, pendapatan ICBP sebesar Rp 9,8 triliun.





Pertumbuhan pendapatan itu juga diikuti oleh pertumbuhan laba perusahaan. Tercatat, laba perusahaan pada tahun ini mencapai Rp 1,33 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 9,91% dibanding kuartal I tahun 2018 lalu di mana laba perusahaan sebesar Rp 1, 21 triliun.





Sebagaimana anak perusahaan, induk perusahaan ICBP yaitu INDF juga mengalami pertumbuhan, baik dari pendapatan maupun laba.





Tercatat, pendapatan INDF pada triwulan pertama tahun ini sebesar Rp 19, 16 triliun. Angka tersebut tumbuh sebesar 8,67% dibanding kuartal I tahun lalu sebesar Rp 17, 63 triliun.





Lalu dari segi laba, INDF juga mengalami pertumbuhan sebesar dua digit yakni 13,5%. Triwulan pertama tahun ini, laba INDF sebesar Rp 1,34 triliun. Sedangkan pada tahun lalu di periode yang sama, laba INDF sendiri sebesar Rp 1, 18 triliun.





Emiten grup Salim lain yang mencetak kinerja memuaskan sepanjang kuartal I tahun ini adalah PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Secara luar biasa, laba perusahaan pada kuartal I tahun ini melonjak mencapai 123, 23% sepanjang triwulan pertama 2019.





Tercatat, laba perusahaan dengan kode emiten ROTI itu sebesar Rp 64, 85 miliar selama kuartal I 2019. Padahal selama kuartal I tahun lalu, laba perusahaan hanya sebesar Rp 29, 05 miliar.





Sedangkan dari segi pendapatan, perusahaan juga mengalami pertumbuhan sebesar 21, 79% yaitu sebesar Rp 791, 72 miliar. Sebagai perbandingan, pendapatan ROTI pada periode yang sama di tahun lalu sendiri sebesar Rp 650,06 miliar.





Pertumbuhan laba dalam persentase yang fantastis juga dapat dilihat pada emiten PT Kino Indonesia Tbk. Pada kuartal I tahun lalu, laba yang berhasil diperoleh perusahaan hanya sebesar Rp 32, 19 miliar.





Sedangkan pada kuartal I tahun ini, laba perusahaan melesat tinggi hingga mencapai Rp 306, 13 miliar. Bila dihitung-hitung, kenaikan laba perusahaan itu mencapai 851%.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/mengintip-kembali-kinerja-emiten-sektor-makanan-minuman-selama-kuartal-i-2019





Reporter: Aloysius Brama 
Editor: Yudho Winarto





Ingin kost anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Simak rekomedasi tiga analis untuk saham Bank Bukopin (BBKP)


JAKARTA. PT Bank Bukopin Tbk berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 190 miliar pada tahun 2018 lalu. Pencapaian laba tersebut tumbuh 40% bila dibandingkan dengan periode tahun 2017.





Memang, tahun lalu bank bersandi bursa BBKP itu lebih memilih pada penguatan laba, perbaikan kualitas aset, dan efisiensi. 





Akibatnya, tahun 2018 kredit Bukopin turun 8,5% menjadi sebesar Rp 66,44 triliun. Selain itu, total aset Bukopin juga menyusut 10,14% menjadi Rp 95,64 triliun.





Sementara itu, hasil dari perbaikan kualitas aset, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) ikut mengalami perbaikan di tahun lalu. NPL net turun cukup tinggi dari 6,37% menjadi 4,75%. Di sisi lain, NPL gross juga menurun walau masih relatif tinggi ke angka 6,67% dari setahun sebelumnya 8,54%.





Head of Equity Research Strategy Banking, Consumer dari Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menilai meski membaik total NPL BBKP masih cukup tinggi. Sebab NPL gross industri perbankan Maret lalu di level 2,51%.





“Ada perbaikan gara-gara mereka melakukan rekonstrukturisasi,” kata Suria kepada Kontan.co.id, Selasa (7/4).





Sebab tahun depan di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerapkan aturan akuntansi lewat Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang akan berlaku tahun 2020 mendatang.





Kata Suria aturan ini bisa membuat kenaikan biaya kredit BBKP sebab adanya penyesuaian tarif sesuai dengan ketentuan PSAK 71. Jadi nantinya ada persentase cadangan dari kredit yang disalurkan sebelum kredit dilempar ke pasar.





Suria mengatakan untuk itu coverage rasio BBTN yang masih rendah harus segera dinaikkan. Tetapi risikonya biaya laba bersih bisa tertekan tahun ini bila BBKP mau menaikkan coverage rasio secara bertahap Suria berharap tahun ini BBKP dapat meningkatkan permodalannya dengan berbagai pilihan alternatif misalnya rate issue.





Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas, Nurulita Harwaningrum mengatakan jika BBKP mampu berbenah mengenai kualitas kredit mereka maka bisa mendongkrak kinerja di tahun ini. “Likuiditas mereka masih bagus dengan loan to deposit ratioatau rasio likuiditas (LDR) 85%,” kata Nurulita kepada Kontan, Selasa (7/5).





Analis PT Deutsche Verdhana Sekuritas, James Nugroho mengatakan dalam risetnya 2 April 2019 biaya kredit BBKP kemungkinan akan tetap meningkat dalam waktu dekat.





Sementara itu, persaingan dan waralaba transaksi lemah kemungkinan akan menghambat ekspansi Net Interest Margin (NIM) yang akan lebih rendah. Ia memperhitungkan pertumbuhan pinjaman yang bakal lebih rendah di tahun ini.





Ia menambahkan pertumbuhan BBKP tahun ini dapat disokong oleh kredit konsumen dan dana pinjaman usaha yang dapat tumbuh 8%, serta pertumbuhan setoran sekitar 7%. Namun risiko kredit yang lebih tinggi, ia menurunkan RO ROAE menjadi 11,8%.





James menilai risiko utama yang akan dihadapi emiten perbankan ini adalah terkait kenaikan atau penurunan meliputi pertumbuhan kredit dengan sentimen makro yang terus bergulir seperti pemangkasan suku bunga yang mungkin dilakukan Bank Indonesia (BI) di tahun ini. Selain itu, penurunan atau kenaikan suku bunga simpanan masih menjadi sentimen.





Ia memproyeksi sampai dengan akhir tahun ini, BBKP dapat membubukan laba bersih mencapai Rp 655 miliar naik darri laba bersih tahun lalu sebanyak Rp 190 miliar Akan tetapi James pun memangkas perkiraan laba bersih BBKP, sebelumnya ia optimisme mencapai Rp 771 miliar. Sementara untuk NPL tahun ini di level 5,6% turun dari tahun lalu di level 6,6%.





Analis Bina Artha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengamati secara analisis teknikal pergerakan saham BBKP masih dalam kondisi downtrend dengan memotong garis moving average (MA) 200. Pola three black crows candlestick pattern sudah terbentuk yang mana mengindikasikan jual, dengan indikator SAR yang menunjukkan sinyal negatif.





Untuk itu, Nafan merekomendasikan hold dengan target harga Rp 266 sampai dengan akhir tahun. Adapun James merekomendasikan hold dengan target harga Rp 400 sampai dengan akhir tahun. Sementara, Suria merekomendasikan buy di level Rp 370 sampai dengan akhir tahun.





Sumber:
https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomedasi-tiga-analis-untuk-saham-bank-bukopin-bbkp





Reporter: Yusuf Imam Santoso 
Editor: Yudho Winarto





kost anda kotor dan tidak sempat membersihkannya? serahkan kepada kami jasa bersih kos jogja