Tampilkan postingan dengan label nasdaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasdaq. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 April 2019

S&P dan Nasdaq menembus rekor penutupan tertinggi


NEW YORK. Wall Street berseri pada perdagangan Selasa (23/4). Dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi terdongkrak sejumlah laporan pendapatan perusahaan yang melebihi ekspektasi.





Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 145,34 poin, atau 0,55%, menjadi 26.656,39, S&P 500 naik 25,71 poin, atau 0,88%, menjadi 2.933,68 dan Nasdaq Composite menambahkan 105,56 poin, atau 1,32%, menjadi 8.120,82.





Saham Amazon.com Inc, yang akan melaporkan hasil akhir pekan ini, naik 2,2%, memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq.





Anggota indeks Dow Jones, Coca-Cola dan United Technologies melaporkan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Saham mereka masing-masing naik 1,7% dan 2,3%.





Saham Twitter melonjak 15,6% karena hasil yang lebih kuat dari yang diperkirakan. Perusahaan media sosial itu mengatakan pengguna aktif bulanannya berjumlah 330 juta, lebih dari perkiraan FactSet sebesar 318 juta.





Saham raksasa pertahanan Lockheed Martin juga menguat lebih dari 5% setelah pendapatannya dengan mudah melampaui harapan. Perusahaan melaporkan margin operasi yang kuat di semua bisnis utamanya, yang meliputi aeronautika dan rudal.





Procter & Gamble juga membukukan laba lebih kuat dari perkiraan, tetapi sahamnya ditutup turun 2,7%.





Ini adalah salah satu pekan tersibuk di musim pendapatan perusahaan. Lebih dari 140 perusahaan S&P 500 akan merilis kalender mereka pada kuartal pertama.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/sp-dan-nasdaq-menembus-rekor-penutupan-tertinggi
Reporter: Yudho Winarto 
Editor: Yudho Winarto





liburan di kost akan terasa lebih nyaman jika ruangan kamu bersih dan rapi, tapi mager? jangan khawatir klik jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik


Rabu, 06 Maret 2019

Wall Street turun karena adanya spekulasi revisi estimasi pertumbuhan AS


JAKARTA. Wall Street mengawali pekan ini di area negatif akibat laporan belanja konstruksi yang melemah. Padahal, Senin (4/3) pagi indeks utama Wall Street sempat menguat akibat adanya laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan China bisa mencapai kesepakatan dagang pada 27 Maret.





Kemarin, Dow Jones Industrial Average turun 0,79% ke 25.819. Indeks S&P 500 turun 0,39% ke 2.792. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,23% ke 7.577.





Belanja konstruksi AS turun secara tak terduga pada Desember lalu. Investasi proyek swasta dan publik menurun, yang memicu spekulasi bahwa pemerintah AS akan menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi kuartal keempat.





Sebelum turun, bursa sempat menguat di awal perdagangan karena adanya laporan bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan sebelum tutup buku kuartal pertama ini. Negosiasi dagang kedua negara dengan ekonomi terbesar ini terus menggerakkan pasar sejak tahun lalu.





"Pasar memperkirakan adanya kesepakatan dagang dengan China, jadi hari ini yang terjadi adalah sell on news," kata Alicia Levine, chief strategist BNY Mellon Investment Management kepada Reuters.





Sejak awal tahun, Dow Jones masih tercatat menguat hingga 10,86%. S&P 500 naik lebih tinggi, hingga 11,41%. Bahkan, indeks Nasdaq melaju 14,20% sejak awal tahun.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/wall-street-turun-karena-adanya-spekulasi-revisi-estimasi-pertumbuhan-as





Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati





apakah rumah atau kost anda kotor, namun anda terlalu sibuk untuk merapikannya? segera hubungi kami jasa bersih kost dan rumah jogja