Tampilkan postingan dengan label indeks lq45. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indeks lq45. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2019

Bakal masuk indeks LQ45, saham CTRA, JPFA dan BTPS gagal bangkit


JAKARTA. Meski mendapat sentimen positif dari perubahan komposisi indeks LQ45, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) gagal bangkit di akhir perdagangan Jumat (26/7). 





Padahal, harga JPFA dan CTRA menghijau pada perdagangan Kamis kemarin. Di sesi kedua, saham JPFA mencoba bangkit, namun gagal berakhir di zona hijau. Saham emiten pakan ternak ini turun 0,61% menjadi Rp 1.620 per saham di akhir sesi kedua. 





Dengan volume transaksi 301.308 lot saham, total nilai perdagangan saham ini mencapai Rp 48,6 miliar. Total net sell investor asing di seluruh pasar mencapai Rp 6,18 miliar. 





Sementara itu, saham CTRA sejatinya mulai menanjak pada sesi II perdagangan hari ini. Namun, di akhir perdagangan, saham CTRA kembali turun dan akhirnya ditutup stagnan di level Rp 1.280 per saham. Meski investor domestik masih mengakumulasi saham ini, namun, investor asing banyak melakukan aksi jual dan mencatatkan net sell Rp 11,08 miliar. 





Di sisi lain, euforia perubahan LQ45 sepertinya tak mempengaruhi saham BTPS. Saham ini nyatanya masih anteng bergerak di bawah harga kemarin, dan mengakhiri perdagangan di harga Rp 3.300 atau turun 1,79%. 





Sepekan terakhir, banyak investor asing yang juga menjual saham BTPS dengan total net sell Rp 5,4 miliar. 





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/bakal-masuk-indeks-lq45-saham-ctra-jpfa-dan-btps-gagal-bangkit





Reporter: Narita Indrastiti 
Editor: Narita Indrastiti





ingin bersih-bersih namun tidak mempunyai waktu luang? serahkan kepada kami, jasa bersih kost dan rumah jogja


Tiga saham yang terdepak dari indeks LQ45 semakin melorot di akhir perdagangan


 JAKARTA. Harga saham yang bakal terdepak dari indeks LQ45 makin amblas. Saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) banyak dilanda aksi jual sehingga harganya merosot di akhir perdagangan Jumat (26/7). 





Saham ADHI turun hingga 3,29% menjadi Rp 1.470 per saham. Total volume perdagangan mencapai 187.110 lot dengan nilai Rp 27,76 miliar. Harga terendah sempat menyentuh Rp 1.460 per saham.





Tak hanya ADHI, saham WSBP juga harus berakhir dengan penurunan 3,63% menjadi Rp 372 per saham. Sejak awal perdagangan hari ini, saham WSBP tak berhasil bangkit dari harga hari sebelumnya. Level tertinggi hanya berada di Rp 388 dengan harga terendah di Rp 270 per saham. 





Alhasil, sudah sembilan hari berturut-turut saham WSBP merosot. Meski demikian, transaksi saham ini cukup ramai dengan volume 1,23 juta lot dan nilai transaksi Rp 46,48 miliar. Harga WSBP diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 8,45 kali. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan ini pun hanya tersisa Rp 9,81 triliun. 





Di seluruh pasar, total aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 12,15 miliar. Maybank Kim Eng Sekuritas (ZP) menjadi broker yang paling banyak menjual saham WSBP di perdagangan hari ini. 





Sementara itu, saham ELSA juga mengakhiri pekan ini di zona merah dengan penurunan hinga 6,59% ke level Rp 340 per saham. Aksi jual yang dilakukan investor asing mencapai Rp 10,14 miliar. Di pekan ini saja, saham ELSa sudah turun 7,1%. Saham ELSA mencatatkan volume 786.209 lot dengan nilai transaksi Rp 27,21 miliar. 





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/tiga-saham-yang-terdepak-dari-indeks-lq45-semakin-melorot-di-akhir-perdagangan





Reporter: Narita Indrastiti 
Editor: Narita Indrastiti





klik disini jika anda membutuhkan jasa bersih kost dan rumah jogja