Tampilkan postingan dengan label harga saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label harga saham. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2019

Lo Kheng Hong: Saat harga saham turun, waktunya beli lebih banyak saham


JAKARTA. Investor kawakan Lo Kheng Hong mengajak para investor untuk tetap berpikir positif dan bisa menjaga emosinya selama bermain saham. Dia menyebut-nyebut hal itu menjadi kunci utama dalam bermain saham. 





Pasalnya, kekayaan yang dihasilkan dari bermain saham tak datang secara instan.





Investor tak boleh buru-buru menjual sahamnya saat harga terperosok atau kerap dikenal cut loss. Investor juga tak boleh serakah menunggu harga naik tinggi baru menjualnya. Caranya dengan memahami emiten yang sahamnya akan kita beli. 





"Kalau kita tahu yang kita beli perusahaan bagus dan murah, maka tenang saja, jadi tidak ada ketakutan untuk menambah," jelas Lo Kheng Hong di acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (23/8). 





Perlu disadari bahwa bermain saham memiliki risiko yang lebih besar dari pada menyimpan dana di perbankan. Namun imbal hasilnya juga lebih besar.





Dengan kesadaran tersebut, maka bisa dipastikan bahwa harga saham bisa saja turun sewaktu-waktu. Namun saat harga turun itu, justru seharusnya investor tidak melepas, malah menambah pasokannya.





"Kalau turun, pikir positif, itu diskon, jadi beli lebih banyak," imbuh dia. 





Namun, dengan syarat, investor sudah memahami fundamental perusahaan. Serta menerapkan rumus saham salah harga yang dipopulerkan oleh Lo Kheng Hong. 





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/lo-kheng-hong-saat-harga-saham-turun-waktunya-untuk-tambah





Reporter: Benedicta Prima 
Editor: Noverius Laoli





kost anda kotor dan tidak sempat membersihkannya? serahkan kepada kami jasa bersih kos jogja


Kamis, 22 Agustus 2019

IHSG turun ke 6.258 hingga akhir perdagangan sesi I


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun makin dalam pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (21/8). IHSG ditutup melemah 36,78 poin atau 0,58% ke 6.258,96.





Sembilan sektor memberatkan langkah IHSG hingga siang ini. Hanya sektor perdagangan dan jasa yang menguat sebesar 0,29% hingga tengah hari ini. 





Sektor properti dan konstruksi merosot hingga 0,90%. Sektor barang konsumen turun 0,87%. Sektor industri dasar melemah 0,83%. Sektor manufaktur dan keuangan turun masing-masing 0,77% dan 0,75%.





Total volume transaksi bursa mencapai 10,92 miliar saham dengan nlai transaksi Rp 3,38 triliun. Sebanyak 235 saham turun harga. Sedangkan 136 saham menguat dan 133 saham bergerak mendatar.





Hanya empat penghuni LQ45 yang menguat hingga siang ini. Keempat saham ini adalah:





  • PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) 1,98%
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 0,98%
  • PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) 0,59%
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 0,11%.




Top losers LQ45 terdiri dari:





  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) -3,09%
  • PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -2,66%
  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO) -2,35%




Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 143,82 miliar di seluruh pasar hingga siang ini. Saham-saham dengan net sell terbesar adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 30,9 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 14,3 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 13,4 miliar.





Saham-saham dengan pembelian bersih tebesra asing adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 35,6 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 29,7 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 10,6 miliar.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-turun-ke-6258-hingga-akhir-perdagangan-sesi-i
Reporter: Wahyu Tri Rahmawati 
Editor: Wahyu Rahmawati





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Rabu, 31 Juli 2019

Saham YG Entertainment, SM Entertainment, dan YJP Entertainment kompak menguat


JAKARTA. Harga saham perusahaan  agensi Idol K-Pop, YG Entertainment, SM Entertainment, dan YJP Entertainment kompak menguat.





Pada perdagangan kemarin, Selasa (30/7), saham YG Entertainment maupun saham SM Entertainment dan saham YJP Entertainment berhasil mendarat di zona hijau.





Seperti diketahui, harga saham YG Entertainment, saham SM Entertainment, dan saham YJP Entertainment belakangan terus melemah akibat skandal kelam yang menerpa industri hiburan di Korea Selatan.





Setelah enam hari berturut-turut berada di zona merah, saham YG Entertainment kemarin menguat sebesar 3,7%.





Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham YG Entertainment bertengger di posisi KRW 25.250 per saham.





Dibuka di harga KRW 24.300 per saham, saham YG Entertainment langsung melompat.





Beberapa saat sebelum penutupan, saham YG Entertainment sempat menyentuh posisi tertinggi di harga KRW 25.500 per saham.





Sementara itu, saham SM Entertainment pada perdagangan kemarin berakhir di posisi KRW 34.750 per saham.





Jika dibandingkan dengan posis penutupan pada hari sebelumnya sebesar KRW 33.800 per saham, harga saham SM Entertainment pada perdagangan kemarin naik 2,81%.





Saham SM Entertainment dibuka di harga Rp 33.300 per saham dan sempat menyentuh posisi tertinggi di harga Rp 35.500 per saham.





Saham agensi Idol K-Pop lainnya, YJP Entertainment, pada perdagangan kemarin hanya naik 0,25%.





Dibuka di harga KRW 19.650 per saham, saham YJP Entertainment langsung melonjak hingga mencapai posisi KRW 20.400 per saham.





Namun, setelah itu harga saham YJP Entertainment terus melandai hingga sempat menyentuh posisi KRW 19.650 per saham.





YJP Entertainment tercatat sebagai agensi yang melahirkan Idol K-Pop seperti 2PM, TWICE, dan GOT7.





Idol K-Pop yang berada di bawah naungan SM Entertainment antara lain Super Junior alias SUJU, SNSD, EXO, dan Red Velvet.





Sementara YG Entertainment merupakan perusahaan hiburan yang menaungi Idol K-pop seperti Bigbang dan Blackpink.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/saham-yg-entertainment-sm-entertainment-dan-yjp-entertainment-kompak-menguat





Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





apakah anda ingin rumah atau kos anda bersih, namun tidak memiliki waktu untuk membersihkannya? hubungi kami segera cleaning service panggilan jogja


Senin, 29 Juli 2019

Ini 5 jawara indeks saham yang performanya sepanjang tahun ini jauh malampaui IHSG


 JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan lalu bertengger di posisi 6.325,24.





Jika dihitung, IHSG sepanjang tahun ini hanya naik 2,11%.





Meski begitu, banyak indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang performanya jauh melebihi IHSG.





Indeks saham yang menjadi jawara sepanjang tahun ini adalah indeks SMinfra18.





Sepanjang tahun ini, indeks SMinfra18 tercatat menguat sebesar 12,42%.





Indeks SMinfra 18 merupakan indeks yang diracik oleh PT Sarana Multi Infrastruktur dan BEI.





Indeks saham ini terdiri atas 18 saham emiten di bidang infrastruktur dan pendukungnya.





Posisi kedua indeks jawara ditempati oleh indeks saham sektor keuangan.





Indeks saham sektor keuangan sepanjang tahun ini sudah menguat sebesar 11,38%.





Indeks saham sektor keuangan berisi saham-saham di BEI yang emitennya bergerak di sektor keuangan baik itu perbankan, perusahaan pembiayaan, maupun asuransi.





Indeks saham sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi menempati urutan ketiga.





Sepanjang tahun ini, indeks saham sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi sudah menguat sebesar 11,13%.





Sesuai namanya, indeks saham sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi berisi saham-saham di BEI yang bergerak di sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi.





Posisi keempat indeks saham jawara ditempati oleh indeks Infobank15.





Sepanjang tahun ini, indeks Infobank15 naik sebesar 11,3%.





Indeks Infobank15 merupakan indeks saham hasil kerja sama BEI dengan Infoarta Pratama yang berisi 15 saham-saham perbankan.





Sementara peringkat kelima ditempati oleh indeks saham sektor properti, real estat, dan konstruksi.





Sejak awal tahun, saham sektor properti, real estat, dan konstruksi menguat sebesar 10,83%.





Sesuai namanya, indeks saham ini berisi saham-saham di BEI yang emitennya bergerak di bidang properti, real estat, dan konstruksi.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ini-5-jawara-indeks-saham-yang-performanya-sepanjang-tahun-ini-jauh-malampaui-ihsg
Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera


Duh, harga saham HMSP mencapai rekor paling rendah dalam tiga tahun terakhir


JAKARTA. Harga saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) terus melemah dan terus mencatatkan rekor terendah.





Pada perdagangan di akhir pekan lalu, Jumat (26/7), saham HMSP ditutup di harga Rp 2.910 per saham.





Posisi penutupan tersebut merupakan rekor harga saham HMSP terendah sepanjang tiga tahun terakhir.





Dalam periode tiga tahun terakhir, harga saham HMSP per akhir pekan lalu tercatat turun sebessar 25,38%.





Sepanjang tiga tahun terakhir, harga saham HMSP sempat menyentuh posisi Rp 5.550 per saham di awal 2018.





Sementara harga terendah saham HMSP dalam periode tiga tahun terakhir di posisi Rp 2.870 per saham pada pertengahan perdagangan Jumat lalu.





Jika dibandingkan dengan harga tertingginya, harga saham HMSP pada akhir pekan lalu turun hingga 47%.





Investor asing sepanjang tiga tahun terkhir mencatatkan aksi jual bersih alias net sell saham HMSP.





Nilai net sell saham HMSP dalam tiga tahun terakhir ini mencapai Rp 3,7 triliun.





Tiga broker asing dengan jual bersih terbesar saham HMSP dalam tiga tahun terakhir adalah Deutsche Sekuritas Indonesia, Macquarie Sekuritas Indonesia, dan CLSA Sekuritas Indonesia.





Performa saham HMSP yang terus turun hingga mencapai rekor terendah ini berbanding terbalik dengan kinerja keuangannya.





Sepanjang tiga tahun terakhir ini, laba bersih HM Sampoerna terus meningkat, kecuali di tahun 2017.





Pada 2016, laba bersih HM Sampoerna sebesar Rp 12,8 triliun.





Di akhir 2017, laba bersih HM Sampoerna turun tipis menjadi Rp 12,7 triliun.





Namun, di akhir 2018, laba bersih HM Sampoerna naik menjadi Rp 13,6 triliun.





Di semester I-2019, laba bersih HM Sampoerna naik 10,8% menjadi Rp 6,77 triliun.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/duh-harga-saham-hmsp-mencapai-rekor-paling-rendah-dalam-tiga-tahun-terakhir





Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





jika anda tidak ingin repot membersihkan hunian anda, segera hubungi kami cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Selasa, 23 Juli 2019

Setelah mencetak rekor baru, harga saham BCA pagi ini berjuang di zona merah


JAKARTA. Setelah kembali mencetak rekor baru pada perdagangan kemarin, Senin (22/7), saham Bank Central Asia atau BCA (BBCA) pada perdagangan hari ini dibuka di zona merah.





Pada pembukaan perdagangan pagi ini, harga saham BCA dibuka di posisi Rp 31.200 per saham, turun 0,79% dibandingkan harga penutupan kemarin. Pada perdagangan kemarin, harga saham BCA ditutup di posisi Rp 31.450 per saham. Ini merupakan rekor baru harga saham BCA sepanjang masa.





Segera setelah perdagangan dibuka, harga saham BCA pagi tadi sempat menyentuh posisi terendah di harga Rp 31.075 per saham. Tak berapa lama, harga saham BCA sempat kembali ke posisi Rp 31.450 per saham.





Hingga pukul 10.00 WIB, saham BCA masih berjuang di zona merah. Pagi ini, saham BCA bergerak di rentang Rp 31.075 per saham sebagai posisi terendah hingga Rp 31.450 per saham sebagai posisi tertinggi.





Untuk sementara, nilai transaksi saham BCA hingga pukul 10.00 WIB pagi ini sebesar Rp 49,48 miliar dengan volume transaksi mencapai 1,59 juta saham.





Investor asing tampaknya memanfaatkan koreksi harga saham BCA. Pagi ini, investor asing membukukan beli bersih alias net buy sebesar Rp 2 miliar.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/setelah-mencetak-rekor-baru-harga-saham-bca-pagi-ini-berjuang-di-zona-merah
Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





kantor anda membutuhkan jasa layanan pembersihan yang hemat? klik jasa cleaning service jogja untuk solusi terbaik


Laba produsen Sari Roti melonjak 150%, saham ROTI kemarin cuma naik 0,78%


JAKARTA. Lonjakan laba bersih produsen roti Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), berhasil membuat harga saham ROTI berakhir di zona hijau pada perdagangan kemarin, Senin (22/7). 





Dibuka di posisi Rp 1.280 per saham, pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham ROTI bertengger di posisi Rp 1.290 per saham. 





Dibandingkan dengan penutupan pada perdagangan Jumat (19/7) lalu sebesar Rp 1.280 per saham, harga saham ROTI pada penutupan perdagangan kemarin tercatat naik tipis sebesar 0,78%.





Meski posisi penutupan cuma naik tipis, saham ROTI sempat menyentuh harga tertinggi di posisi Rp 1.300 per saham. Sementara harga terendah saham ROTI berada di posisi Rp 1.255 per saham. 





Total nilai transaksi saham ROTI pada perdagangan kemarin hanya sebesar Rp 937 juta. Sementara volume transaksi saham ROTI kemarin sebanyak 732.000 saham. 





Investor asing pada perdagangan kemarin mencatatkan aksi jual bersih saham ROTI senilai Rp 386,3 juta. 





Seperti diketahui, Nippon Indosari Corpindo kemarin merilis laporan keuangan semester I-2019. Hasilnya, laba bersih ROTI melonjak 150% menjadi Rp 101 miliar.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/laba-produsen-sari-roti-melonjak-150-saham-roti-kemarin-cuma-naik-078





Reporter: Herry Prasetyo 
Editor: Herry Prasetyo





ingin bersih-bersih namun tidak mempunyai waktu luang? serahkan kepada kami, jasa bersih kost dan rumah jogja


Senin, 22 Juli 2019

IHSG menyentuh zona merah, simak rekomendasi Profindo Sekuritas untuk hari ini


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (23/7) di zona hijau. Tapi, pada pukul 10.07 WIB, IHSG tercatat malah turun tipis 2 poin atau 0,025% ke 6.431. 





Berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (23/7) hari ini.





1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Pada perdagangan Senin (22/7) ditutup pada level Rp 845 atau menguat Rp 20. Secara teknikal pola terbentuk triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 865





2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Pada perdagangan Senin (22/7) ditutup pada level Rp 960 atau menguat Rp 20. Secara teknikal, candle terbentuk hammer mengindikasikan rebound. Indikator stochastic overbought dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 985





3. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL)
Pada perdagangan Senin (22/7) ditutup pada level Rp 1.310 atau menguat Rp 10. Secara teknikal, candle terbentuk spinning top mengindikasikan reversal. Indikator stochastic overbought dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendaai: Sell on strength pada level Rp 1.375





4. PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS)
Pada perdagangan Senin (22/7) ditutup pada level Rp 710 atau menguat Rp 10. Secara teknikal, pola terbentuk double bottom mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 800 dan stop loss Rp 700





5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Pada perdagangan Senin (22/7) ditutup pada level Rp 3.860 atau menguat Rp 90. Secara teknikal pola terbentuk break out triangle mengindikasikan bullish. Indikator stochastic overbought dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Akumulasi buy di kisaran Rp 3.750- Rp3.850 dengan target harga Rp 4.000 dan stop loss kurang dari Rp 3.750.





6. PT Steadfast Marine Tbk (KPAL)
Pada perdagangan Senin (22/7) ditutup pada level Rp 456 atau menguat Rp 56. Secara teknikal pola terbentuk break out falling wedge mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meingkat.





Rekomensadi: Sell on strength pada level Rp 595
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Wahyu Rahmawati





sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-menyentuh-zona-merah-simak-rekomendasi-profindo-sekuritas-untuk-hari-ini





liburan di kost akan terasa lebih nyaman jika ruangan kamu bersih dan rapi, tapi mager? jangan khawatir klik jasa bersih kost jogja untuk solusi terbaik






Rabu, 20 Maret 2019

Enam saham naik, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (19 Maret 2019)


 JAKARTA. Selasa (19/3) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merah. Ketika bursa saham tutup warung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 29,17 poin (-0,45%) dari penutupan sebelumnya, lalu hinggap di angka indeks 6.480,28.





Seperti biasa, kenaikan IHSG diikuti oleh LQ45. Indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid ini naik 5,63 poin (-0,55%), menuju 1.019,34.





Indeks Kompas100 yang beranggotakan seratus saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar turut merosot. Indeks terbitan Kompas ini turun 7,22 poin (-0,55%) lalu bertengger di ​1.317,29.





Indika Energy Tbk (INDY​), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP​), berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing 4,78 kali, 4,93 kali, dan 5,35 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh WSKT, ITMG, ​TKIM, ​​​ERAA, ADRO,​ BBTN, dan PTPP.





Meski tiga indeks utama di BEI merah, dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar 10 saham LQ45 dengan PER terendah ini, enam saham mampu mendongkrak harga lebih tinggi dari penutupan sebelumnya. Mereka adalah SRIL, Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), Adaro Energy Tbk (ADRO), Bank Tabungan Negara (BBTN), dan PT Pembangunan Perumahan Tbk. (PTPP).





Tiga saham yang lain turun harga, yaitu INDY, INKP, dan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). 





Adapun satu-satunya saham yang harganya tidak mengalami perubahan harga dibandingkan harga penutupan sebelumnya adalah Waskita Karya Tbk (WSKT)​.





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (18/3)Harga (19/3)PBVPER
INDY2.0702.0500,64,78
SRIL3383400,934,93
INKP10.10010.05015,35
WSKT1.9201.9200,96,58
ITMG23.02522.8501,846,81
TKIM11.40011.90027,51
ERAA2.0002.0101,417,56
ADRO1.4301.4350,747,59
BBTN2.4002.4201,18,58
PTPP2.0802.1100,88,72




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/enam-saham-naik-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terkecil-19-maret-2019






Reporter: Hasbi Maulana 
Editor: Hasbi Maulana





klik disini jika anda membutuhkan jasa bersih kost dan rumah jogja


IHSG diwarnai aksi ambil untung


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada Selasa (19/3). IHSG melemah 0,45% di 6.480,28 kemarin. Penurunan IHSG menyusutkan minat investor asing untuk membeli saham di Indonesia. Asing tercatat masih beli bersih aliat net buy senilai Rp 170,45 miliar.





Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, pelemahan IHSG dipengaruhi minimnya sentimen positif dari dalam negeri. "Sementara dari eksternal, munculnya kabar pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping diundur menjadi April atau Juni, sehingga tidak jadi terlaksana Maret ini," ujar dia. Selain itu, dia menambahkan, para pelaku pasar menantikan rapat penentuan kebijakan moneter The Fed. Di sisi lain, dinamika proses Brexit masih kurang kondusif.





Adapun menurut Analis Indo Premier Sekuritas Mino, investor melakukan aksi ambil untung jelang rapat The Fed dan Bank Indonesia. Untuk hari ini, dia memproyeksikan, IHSG akan menguat di kisaran 6.445–6.520. "Sentimen yang mempengaruhi yaitu laporan keuangan emiten, harga komoditas dan aksi beli asing," kata dia.





Kalau menurut Nafan, IHSG diprediksi akan lanjut melemah di kisaran 6.443–6.540,84 pada Rabu (20/3).





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ihsg-diwarnai-aksi-ambil-untung-1






Reporter: Aldo Fernando 
Editor: Wahyu Rahmawati





kantor anda membutuhkan jasa layanan pembersihan yang hemat? klik jasa cleaning service jogja untuk solusi terbaik


Kamis, 14 Maret 2019

Ini rekomendasi bagi AirAsia (CMPP) usai lepas Traveloka dan terbitkan perpetual bond


JAKARTA. PT Airasia Indonesia Tbk (CMPP) akhirnya menerbitkan sekuritas perpetual senilai RP 1,17 triliun pada 8 Maret 2019 lalu. Dalam keterbukaan informasi BEI, ditulis efeknya akan terasa pada kuartal I tahun 2019 ini dan ekuitas akan menjadi positif.





Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, penambanhan sekuritas perpetual ini hanya akan membantu sisi likuiditas jangka pendek saja. "Jadi secara organic growth dan sisi kesehatan sejauh ini CMPP masih cukup tertekan," terangnya pada Rabu (13/3).





Namun kalau dilihat dari sisi prospek, Aditya bilang sebenarnya ada beberapa sentimen positif bagi kinerja CMPP ke depan seperti penurunan harga avtur, frekuensi penerbangan ke daerah tujuan seperti Denpasar yang lebih tinggi dibanding tahun lalu.





"Kemudian penambahan frekuensi penerbangan dengan penambahan jumlah pesawat akan cukup membantu sales traffic CMPP. Namun hal ini masih terlalu dini, kita harus melihat kinerja aktual di kuartal I tahun ini dulu," jelas dia.





Aditya pun melanjutkan bahwa dampak lepasnya Traveloka dari tangan CMPP sebenarnya tak akan berpengaruh secara signifikan atau relatif minim bagi kinerja CMPP.





"Kan CMPP sudah melakukan langkah cepat dengan men-suspend traveloka, jadi meski demikian di beberapa website masih ada dan konsumen juga bisa memesan lewat situs air asia langsung sehingga kinerja AirAsia tetap akan bertumbuh," lanjutnya.





Lalu dari sisi saham, ia merekomendasikan untuk mengoleksi saham CMPP sejauh harga selalu bergerak di range Rp 200 hingga Rp 270 per saham pada jangka pendek.





"Jika harga bisa berada di atas Rp 246 per saham secara stabil, maka ada peluang mengarah ke level Rp 272 hingga Rp 300 per saham. Jika sebaliknya selalu gagal break di level Rp 246 per saham, maka harga masih akan berkutat di level Rp 210 hingga Rp 240 per saham," lanjutnya.





Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga berpendapat bahwa upaya CMPP melepas Traveloka akan memberikan pengaruh bagi kinerjanya tapi kecil. "Alasannya karena CMPP tetap punya agen penjual tiket juga. Berkurang satu memang akan berpengaruh karena Traveloka adalah salah satu agen penjual tiket yang paling ramai pengunjung, tapi ke depannya AirAsia bisa gantikan dengan agen penjual baru," katanya.





Ia pun menambahkan bahwa maskapai milik CMPP juga masih ramai penumpang karena harga tiketnya tergolong murah sehingga kehilangan satu agen bukan masalah besar bagi perusahaan penerbangan tersebut.





Dari sisi saham, William merekomendasikan untuk sementara lakukan wait and see atas saham CMPP karena masih ada potensi menurun menuju level Rp 210 per saham.





"Jika setelah itu rebound, maka targetnya untuk jangka menengah berada pada kisaran Rp 240 hingga Rp 300 per saham," pungkas dia. Pada penutupan hari ini, harga saham CMPP naik 6,36% ke level Rp 234 per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ini-rekomendasi-bagi-airasia-cmpp-usai-lepas-traveloka-dan-terbitkan-perpetual-bond





Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Tendi





Ingin rumah anda bersih maksimal tanpa mengeluarkan tenaga? segera hubungi jasa bersih rumah jogja untuk solusi terbaik


Selasa, 12 Maret 2019

Cuma tiga saham naik, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (8 Maret 2019)


JAKARTA. Jumat (8/3) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan merah membara. Ketika bursa saham tutup warung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sedalam 74,89 poin (-1,16%) dari penutupan sebelumnya, lalu mendarat di angka indeks 6.383,07.​





LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, rontok dengan persentase lebih dalam. Berkurang 14,33 poin (-1,42%), LQ45 berakhir di 994,98.





Indika Energy Tbk (INDY), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), masih berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing dengan PER 4,8 kali, 4,93 kali, dan 5,67 kali.





Posisi selanjutnya diisi oleh WSKT, ITMG, ​TKIM, ADRO, ERAA, BBTN, dan UNTR.





Dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar ini, hanya tiga saham harganya naik dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah INDY, Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan Adaro Energy Tbk (ADRO).





Lalu enam saham yang lain ikut ambrol bersama sebagian besar saham lan di bursa. Mereka adalah INKP, Waskita Karya Tbk (WSKT), Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), Bank Tabungan Negara (BBTN), dan United Tractor Tbk (UNTR).





Adapun satu-satunya saham yang harganya tidak mengalami perubahan harga ketimbang harga penutupan sebelumnya adalah SRIL.





10 Saham LQ45 dengan PER Terendah
KodeHarga (6/3)Harga (8/3)PBVPER
INDY2.0202.0600,64,8
SRIL3403400,934,93
INKP10.72510.6501,065,67
WSKT1.8951.8700,886,4
ITMG22.30022.2751,796,64
TKIM11.00011.0251,856,96
ADRO1.3601.3900,717,35
ERAA2.0001.9851,397,46
BBTN2.3502.2701,038,05
UNTR26.60026.1001,718,75




Sumber: RTI





Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama. Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/cuma-tiga-saham-naik-ini-10-saham-lq45-dengan-per-terkecil-8-maret-2019





Reporter: Hasbi Maulana
Editor: Hasbi Maulana





kost berantakan, kotor, dan kurang nyaman? klik jasa bersih kost jogja untuk mendapatkan solusi terbaik


Jatuhnya saham Boeing membebani indeks Dow Jones


NEW YORK. Insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Ethiopian Airlines membebani indeks Dow Jones Industrial, Senin (11/3). Saham Boeing jatuh 10,7% dan menjadikan dalam jalur terburuknya hampir dalam dua dekade.





Mengutip Reuters, pukul 9:50 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 122,51 poin, atau 0,48% pada 25.327,73. Selain saham Boeing yang terjun, saham-saham maskapai lainnya yang menggunakan tipe pesawat serupa juga memerah.





American Airlines Group Inc, Southwest Airlines Co dan JetBlue Airways Corp diperdagangkan turun antara 0,3% dan 2,5%. Merahnya saham-saham maskapai ini telah menyeret indeks Dow Jones Airlines lebih rendah 0,47%.





"Boeing akan menjadi tema untuk indeks Dow, mengingat bobotnya yang sangat besar, tetapi saya tidak melihat adanya spillover ke indeks lain kecuali maskapai penerbangan," kata Randy Frederick, vice president of trading and derivatives for Charles Schwab di Austin, Texas.





Sementara, S&P 500 naik 14,92 poin atau 0,54% pada 2.757,99 dan Nasdaq Composite naik 67,46 poin atau 0,91% pada 7.475,60.





Lantaran, saham Apple naik 3% sekaligus mengimbangi penurunan saham Boeing. Setelah Bank of America Merrill Lynch merekomendasikan buy saham Apple dari sebelumnya neutral.





Bank of America mencatat kemunduran perusahaan baru-baru ini menghadirkan “peluang. ”Bank juga menaikkan target harga 12 bulan menjadi US$ 210 per saham dari US$ 180.





Facebook juga naik 2 persen setelah Nomura Instinet merekomendasikan untuk buy dari neutral. Dengan menaikkan target harga dari US$ 172 menjadi US$ 215 per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/jatuhnya-saham-boeing-membebani-indeks-dow-jones





Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto





kost anda kotor dan tidak sempat membersihkannya? serahkan kepada kami jasa bersih kos jogja







Rabu, 06 Maret 2019

Harga saham naik 5%, ini rekomendasi untuk saham Timah (TINS)


JAKARTA. Saham PT Timah (TINS) sukses melompat pada Selasa (5/3) dan ditutup di zona hijau pada level Rp 1.430 atau naik sebanyak 5,54%. Padahal sepanjang sesi I perdagangan kemarin, saham tersebut berada di zona merah.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengungkapkan, penguatan yang terjadi pada saham TINS dinilai sebagai techincal rebound saja. Sementara itu, diketahui bahwa Direktur Utama TINS Mochtar Riza Pahlevi mengungkapkan bahwa lisensi ekspor Timah akan lebih ketat dari sebelumnya. Di mana, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral hanya menyetujui tiga rencana kerja emiten tersebut.

Beruntungnya, anggaran perusahaan tidak berkurang dari 45 hari sebelum kegiatan penambangan dimulai. Sehingga, Riza meyakini bahwa itu bisa menguntungkan bagi TINS dan membuat emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut bisa memaksimalkan potensi ekspornya di 2019. Apalagi, TINS memiliki 90% dari konsesi timah yang berada di Pulau Bangka.

William menilai kondisi saat ini bisa dimanfaatkan investor untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Terlebih, secara teknikal saham TINS masih memiliki tren untuk menguat di jangka panjang, dengan target harga terdekat Rp 1.500 per saham.

Sedangkan Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, prospek saham TINS ke depan cukup baik. Emiten ini cukup positif terhadap kinerja perusahaan tahun ini. Sebagaimana diketahui, TINS menargetkan produksi 2019 bisa naik 100%, dengan kinerja ekspor yang lebih positif dibandingkan tahun lalu.

"Terlebih, saat terjadi penurunan dalam pada saham TINS, asing memanfaatkan untuk taking profit. Tapi sekarang saham TINS sudah bisa dikoleksi kembali," ujar Sukarno kepada Kontan.co.id.

Sama halnya dengan William, Sukarno juga merekomendasikan investor untuk memanfaatkan momentum kenaikan ini dengan masuk ke saham TINS baik di jangka menengah, maupun jangka panjang. Adapun target harga dari Oso Sekuritas yakni Rp 1.980-Rp 2.180.

Sementara itu, dalam riset yang dikeluarkan Analis Mandiri Sekuritas Ariyanto Kurniawan menilai, meskipun hanya tiga Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) TINS yang disetujui tahun ini, mampu membuat emiten itu mendominasi ekspor timah. Mengingat, setiap perusahaan pertambangan harus mendapat persetujuan RKAB sebelum bisa mengelola tambang timah, dan ini akan menekan jumlah penambang ilegal.

"Dengan begitu, penurunan harga saham TINS bisa menjadi titik masuk bagi investor untuk maintain buy dengan target harga Rp 2.200," kata Ariyanto dalam risetnya.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/harga-saham-naik-5-ini-rekomendasi-untuk-saham-timah-tins





Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Wahyu Rahmawati





rumah terasa kotor dan berantakan membuat anda merasa tidak nyaman, klik jasa bersih rumah jogja untuk solusi terbaik.