Tampilkan postingan dengan label rekomendasi analist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rekomendasi analist. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Juli 2019

Simak enam saham rekomendasi analis Profindo Sekuritas untuk diperdagangkan hari ini


JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,24% ke level 6.376,99 pada perdagangan Selasa (30/7). Untuk perdagangan Rabu (31/7), berikut ini rekomendasi teknikal Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W. P. Pratama





1. PT Timah Tbk (TINS)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 1.055 atau menguat Rp 45. Secara teknikal, candle terbentuk long white marubozu mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Sell on strength pada level Rp 1.080





2. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 1.435 atau menguat Rp 60. 





Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan bullish.Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 1.585 dan stoploss kurang dari Rp 1.400.





3. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 302 atau menguat Rp 6. Secara teknikal, candle terbentuk white spinning mengindikasikan rebound. 
Indikator stochastic netral di area middle dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 328 dan stoploss kurang dari Rp 294





4. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 2.010 atau menguat Rp 30. 





Secara teknikal, candle terbentuk two white soldiers mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 2.080 dan stoploss kurang dari Rp 1.980.





5. PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 280 atau menguat Rp 6. 





Secara teknikal, candle terbentuk morning star mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 306 dan stoploss kurang dari Rp 276





6. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)





Pada perdagangan Selasa (30/7) ditutup pada level Rp 1.995 atau menguat Rp 115. 





Secara teknikal, pola terbentuk bull flag mengindikasikan bullish. Indikator stochastic uptrend dan volume menunjukkan tren pembelian meningkat.





Rekomendasi: Buy dengan target harga Rp 2.180 dan stoploss kurang dari Rp 1.980





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-enam-saham-rekomendasi-analis-profindo-sekuritas-untuk-diperdagangkan-hari-ini
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Herlina Kartika





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera






Selasa, 23 Juli 2019

Ini rekomendasi analis untuk 10 saham pendorong IHSG sepanjang Juli 2019


JAKARTA. Sepanjang Juli 2019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,53% ke level 6.433,54 per Senin (22/7). Ada sepuluh saham yang menduduki peringkat teratas pendorong IHSG.





Secara berurutan dari atas ke bawah, mereka adalah:





  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA),
  2. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA),
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI),
  4. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM),
  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT),
  6. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN),
  7. PT Trikomsel Oke (TRIO),
  8. PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP),
  9. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan
  10. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).




Menurut Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony, penyebab emiten-emiten ini menjadi sepuluh teratas pendorong IHSG amat beragam. Saham-saham perbankan, yaitu BBCA dan BBRI didorong oleh efek pemilihan presiden yang sudah selesai sehingga menarik kembali investor asing untuk masuk ke pasar modal.





Investor asing memang mendahulukan untuk masuk ke saham-saham perusahaan dengan kapitalisasi besar. BBCA dan BBRI memang menjadi dua perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia, yaitu Rp 775,4 triliun untuk BBCA dan Rp 555,06 triliun untuk BBRI per kemarin.





Selanjutnya, kenaikan saham CPIN disebabkan oleh harganya yang sudah terkoreksi dari Rp 7.000 ke Rp 5.400 hingga perdagangan Senin (22/7). Di samping itu juga didorong sentimen harga ayam yang sempat naik pada momen Lebaran. Kemudian, kenaikan saham TPIA dan BRPT didorong oleh kualitas kredit yang semakin kuat serta peningkatan rating dari S&P. “Serta rencana stock split menjadi sentimen positif bagi BRPT di bulan Juli ini," kata Chris, Senin (23/7).





Sementara itu, kenaikan saham TRIO didukung oleh isu pemblokiran IMEI yang akan membatasi barang black market di pasar ponsel. “Ini adalah isu yang positif untuk TRIO ditambah lagi adanya investor yang akan masuk ke TRIO,” ucap dia.





Chris melihat, ke depannya, saham-saham di atas masih bisa naik lagi, kecuali CPIN. Pasalnya, Indonesia sudah dapat impor ayam dari Brasil setelah negara tersebut memenangkan gugatan terkait kebijakan Indonesia tentang impor ayam di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hal ini menjadikan peternak dalam negeri bakal kedatangan pesaing yang dapat memengaruhi harga penjualan ayamnya.





Ia melihat BBCA, BBRI, TLKM, dan ICBP menjadi saham-saham yang menarik untuk dikoleksi. Alasannya, TLKM memiliki proyek Palapa Ring yang diperkirakan akan selesai tahun ini. Rampungnya proyek tersebut membuat TLKM menjadi lebih diminati investor karena adanya potensi kenaikan laba.





Selanjutnya, kinerja ICBP diprediksi masih meningkat di kuartal II-2019 sehingga menjadi sentimen positif bagi saham perusahaan sektor konsumen ini. Chris merekomendasikan investor untuk buy BBCA dengan target harga hingga akhir tahun Rp 32.000, BBRI Rp 4.800, TLKM Rp 5.000, dan ICPB Rp 11.500.





Sementara itu, Analis Profindo Sekuritas Indonesia Dimas W.P. Pratama mengatakan, dari sepuluh saham teratas pendorong IHSG tersebut, banyak saham-saham bluechip yang sudah undervalue alias murah. Oleh karena itu, hal ini menarik investor untuk membeli saham-saham tersebut.





Ke depannya, saham-saham ini memiliki kemungkinan untuk naik lagi. Saham-saham sektor perbankan didorong oleh penurunan suku bunga yang dapat meningkatkan penyaluran kredit perbankan. “Sektor konsumer didorong oleh terjaganya konsumsi masyarakat karena nilai tukar mulai stabil yang didorong oleh masuknya dana asing dan penurunan suku bunga,” kata dia. Sementara itu, saham infrastruktur didorong oleh program pemerintah yang akan melanjutkan pembangunan.





Dimas merekomendasikan netral untuk BBCA, sell untuk INTP di level Rp 18.000. Dia merekomendasikan buy untuk TPIA dengan target harga Rp 6.450, BBRI Rp 5.150, TLKM Rp 5.300, BRPT Rp 4.000, CPIN Rp 8.000, MNCN Rp 1.830, dan ICBP Rp 11.000.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/ini-rekomendasi-analis-untuk-10-saham-pendorong-ihsg-sepanjang-juli-2019
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Wahyu Rahmawati





klik disini jika anda membutuhkan jasa bersih kost dan rumah jogja


Kamis, 04 April 2019

Simak rekomendasi analis bagi emiten penghuni indeks Kompas100


JAKARTA. Kinerja saham emiten penghuni indeks Kompas100 di sepanjang 2018 lalu dinilai kurang memuaskan.





Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2018 lalu, kinerja indeks Kompas100 memiliki return yang kurang bagus. "Di 2018 return-nya turun 6,35% atau lebih rendah dari return di 2017 yang naik 20,31% dan 2016 naik 13,17%," ujarnya pada Selasa (2/4).





Yaki juga menyebutkan bahwa sektor yang mencatatkan kinerja yang baik adalah sektor perbankan, consumer goods, oil and gas, konstruksi dan ritel. "Sementara yang turun adalah sektor infrastruktur, real estate, telekomunikasi, media dan mining. Kebanyakan jelek karena forex loss," tambah dia.





Ia juga bilang, rata-rata pertumbuhan kinerja emiten Kompas100 sepanjang 2018 sebesar 42%. "Ini rata-rata kasar pertumbuhan setahun terakhir yaitu sekitar 42%," kata dia.





Sementara itu analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai selama setahun prospek indeks Kompas100 menurun. "Sektor yang turun variatif. Ada dari batubara, ritel seperti LPPF. Hampir merata dan tak ada yang secara khusus menjatuhkan indeks karena memang 2018 pasar sempat koreksi," ujar dia.





Dari sisi saham, ia merekomendasikan untuk koleksi saham ACES dengan target harga di jangka panjang di level Rp 2.000 per saham. Saham BBCA dengan target harga Rp 28.000 hingga Rp 30.000 per saham. BBRI dengan target harga Rp 4.500 per saham. 





BRPT dengan target harga Rp 4.000 per saham. HMSP dengan target harga Rp 4.000 per saham. JSMR dengan target harga Rp 7.000 per saham. PWONdengan target harga Rp 800 per saham. SMRA dengan target harga Rp 1.200 per saham. 





WSKT dan WTON dengan target harga masing-masing di level Rp 2.200 per saham dan Rp 800 per saham





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-analis-bagi-emiten-penghuni-indeks-kompas100
Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi 
Editor: Tendi





rumah baru masih berantakan? hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Rabu, 20 Maret 2019

Simak rekomendasi teknikal CTRA, PGAS, dan ERAA


JAKARTA. Berikut ini rekomendasi teknikal tiga saham pilihan dari sejumlah analis untuk diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (20/3) hari ini.





1. PT Ciputra Development Tbk (CTRA)





Saham CTRA berpeluang koreksi teknikal untuk menguji support MA5 sekaligus make higher low level sebelum kembali rebound dan breakout resist MA60 untuk melanjutkan tren bullish. Indikator RSI dan stochastic mendekati area overbought di level 59 dan 78.





Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 920
Resistance: Rp 1.000





Muhammad Wafi, Bahana Sekuritas





2. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS)





Saham PGAS mengalami pelemahan dengan membentuk pola candle bearish enguilfing. Hal ini mengindikasikan masih adanya pelemahan disertai tidak adanya volume akumulasi yang cukup signifikan. Di sisi lain, indikator stochastic bergerak sideways di level 60.





Rekomendasi: Sell
Support: Rp 2.390
Resistance: Rp 2.570





Edo Ardiansyah, Erdikha Elit Sekuritas





3. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)





Muncul bullish harami pattern candle meski volume perdagangan menurun dan klinger oscillator (KO) dan stochastic berpotongan death cross (DC).





Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.950
Resistance: Rp 2.080





Achmad Yaki, BCA Sekuritas





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-teknikal-ctra-pgas-dan-eraa






Reporter: Dimas Andi 
Editor: Herlina Kartika





jika anda membutuhkan jasa bersih kost jogja, silahkan klin disini untuk solusi terbaik







Kamis, 14 Maret 2019

Simak rekomendasi para analis untuk saham-saham emiten konstruksi


JAKARTA. Sejumlah analis memprediksi raihan kontrak baru sektor emiten konstruksi masih akan cerah tahun ini. Dalam pemberitaan Kontan.co.id sebelumnya, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru sampai Februari 2019 sebesar Rp 1,18 triliun (di luar pajak).





ADHI mengandalkan lini bisnis konstruksi & energi untuk meraih kontrak baru per 2019. Lini bisnis tersebut menyumbang sebesar 90% dari total kontrak baru ADHI.





Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan berpendapat, per Januari 2019 realisasi kontrak baru emiten konstruksi relatif masih rendah. Menurut catatan Valdy, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) baru membukukan kontrak baru sampai Januari 2019 sebesar 1,98% dari target, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) 1,82% dari target, ADHI 2,55% dari target.





"Tapi hal ini relatif wajar, mengingat perolehan kontrak baru emiten konstruksi umumnya besar di Q3-Q4 atau mendekati akhir tahun," jelas Valdy kepada Kontan.co.id, Rabu (13/3).





Meskipun demikian, Valdy menilai jika melihat target kontrak baru tahun 2019, rata-rata emiten konstruksi, terutama BUMN menargetkan pertumbuhan kontrak baru yang cukup signifikan dibandingkan realisasi 2018. "Dari situ, dapat disimpulkan adanya optimisme emiten terhadap sektor properti di 2019," imbuhnya.





Sementara, analis Reliance Sekuritas Kornelis Wicaksono memprediksi, bisnis emiten konstruksi akan melambat terlebih dahulu tahun ini karena adanya Pemilu 2019.





"Di masa itu para pemegang kepentingan akan wait-and-see, dan baru akan mengambil keputusan ketika sudah ada kejelasan siapa presiden baru yang akan terpilih. Sehingga perolehan kontrak baru diperkirakan baru akan gencar setelah pemilu usai," jelas Kornelis kepada Kontan.co.id.





Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji optimis terhadap kinerja emiten konstruksi tahun ini. "Secara umum, kebijakan pemerintah terkait dengan akselerasi infrastruktur tentunya memberikan katalis positif bagi emiten. Stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi katalis positif bagi emiten," ujar Nafan kepada Kontan.co.id.





Nafan menambahkan, proyek Strategis Nasional yang masih banyak tersisa untuk dieksekusi akan memberikan katalis positif bagi emiten.





Senada, Kornelis menjelaskan, emiten konstruksi dalam tiga gelaran Pemilu terakhir terlihat selalu mengalami kenaikan dengan rata-rata 53,20%.





"Sehingga sektor ini masih menarik di tahun 2019, namun ada baiknya investor mencermati timing pembelian sahamnya dengan pemilu," imbuhnya.





Kornelis lebih menjagokan saham-saham emiten konstruksi BUMN ketimbang swasta.





"BUMN saya rasa lebih baik dengan proyek infrastruktur pemerintah masih akan mendominasi. Terutama di tengah anggaran APBN infrastruktur yang dinaikkan di angka 415 triliun di tahun ini," jelasnya.





Kornelis merekomendasikan beli untuk PTPP karena konsensus analis target harga masih jauh di 2750. Untuk emiten swasta TOTL ia merekomendasikan hold. "Karena target harga konsensus analis sudah dekat di Rp 630," ujar Kornelis.





Setali tiga uang, Valdy memilih merekomendasikan emiten konstruksi BUMN. Ia mempertimbangkan emiten konstruksi BUMN memiliki size usaha yang relatif besar. "Dari sisi kondisi keuangan juga relatif baik dan likuiditas relatif tinggi," tambahnya.





Valdy menyarankan beli WIKA di target harga 1.800-1.850, beli WSKT di target harga 1.900-1.935, beli ADHI di target harga 1.500-1.545 dan beli PTPP di target harga 2.000-2.050.





Nafan juga menjagokan saham emiten BUMN. "BUMN masih favorit, sebab Proyek Strategis Nasional masih mayoritas dipegang oleh para emiten BUMN. Meskipun demikian, kebijakan pemerintah terkait dengan akselerasi infrastruktur tentunya memberikan katalis positif bagi emiten, baik BUMN maupun swasta," jelasnya.





Berikut rekomendasi Nafan untuk saham emiten kontruksi BUMN:





1. Beli ADHI dengan estimasi TP jangka menengah hingga jangka panjang di level 2.000.





2. Beli PTPP dengan estimasi TP jangka menengah hingga jangka panjang di level 2.540.





3. Beli WIKA dengan estimasi TP jangka menengah hingga jangka panjang di level 2370.





4. Beli WSKT dengan estimasi TP jangka menengah hingga jangka panjang di level 2.240.





Berikut rekomendasi Nafan untuk saham emiten kontruksi swasta:





1. Secara teknikal, ACST mulai memasuki fase bullish consolidation. Akumulasi Beli dengan estimasi TP jangka pendek hingga jangka menengah di level 1.990.





2. NRCA saat ini kembali sideways. Sebelumnya sudah berhasil menutup gap di area level 452. Sebaiknya wait and see.





3. TOTL masih bisa akumulasi beli dengan estimasi target jangka pendek hingga jangka menengah di level 660.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-para-analis-untuk-saham-saham-emiten-konstruksi?page=2






Reporter: Aldo Fernando 
Editor: Yudho Winarto





kosan kotor dan tidak nyaman? tapi tidak sempat beres-beres? tenang, hubungi jasa bersih kost jogja segera untuk mendapatkan pelayanan maksimal