Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Agustus 2019

Pasca rilis laporan keuangan, ini rekomendasi analis untuk saham Adaro Energy (ADRO)


JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk periode enam bulan pertama tahun 2019 mencapai hasil yang cukup prima. Padahal situasi makro dan ketidakpastian pasar batubara global masih menghantui bisnis emiten ini.





Adaro mencatatkan pendapatan US$ 1,7 miliar pada semester I-2019 atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,6 miliar.





Sedangkan laba periode berjalan pada semester I-2019 mencapai US$ 321 juta atau naik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 244 juta.





Hasil ini cukup memuaskan dan di luar ekspektasi dan prediksi beberapa analis.





Credit Suisse Securities Indonesia dalam risetnya menulis capaian ADRO di semester ini melebihi ekspektasi. "Hasil yang lebih baik dari perkiraan seharusnya memberikan harga batubara yang lebih menantang pada semester II-2019," tulis Credit Suisse Securities Indonesia dalam risetnya.





Analis RHB Sekuritas Andrew Hotama dan Ja’far Saifuddin mengatakan capaian ADRO di semester I-2019 juga melebihi ekspektasi mereka.





"Kami percaya hasil yang kuat sebagian besar didorong oleh volume produksi dan penjualan batubara selama kuartal tersebut, serta biaya penambangan yang lebih rendah serta biaya nisbah (rasio) kupas yang lebih rendah juga," tulis Andrew dan Ja'far dalam laporan risetnya (23/8).





Begitu pula dengan dua analis CLSA Sekuritas Yusuf Ade Winoto dan Christopher Puryanto. Kinerja ADRO di semester ini melebih estimasi dan perkiraan mereka. "EBIT ADRO dan laba bersih di kuartal II 2019 sebesar US$ 253 juta dan US$ 178 lebih tinggi dari yang kami perkirakan," ungkapnya dalam riset.





Namun, Credit Suisse Securities Indonesia masih mempertahankan status ADRO di level outperform dengan target harga Rp 1.575 per saham.





CLSA Sekuritas menaikkan target harga saham ADRO dari Rp 1.280 ke Rp 1.450. CLSA juga mengubah rating ADRO dari outperform menjadi buy. CLSA merekomendasikan untuk beli (buy) saham ADRO.





Sementara itu, RGB Sekuritas merekomendasi untuk membeli (buy) saham ADRO dengan target harga Rp 1.830 per saham.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/pasca-rilis-laporan-keuangan-ini-rekomendasi-analis-untuk-saham-adaro-energy-adro
Reporter: Akhmad Suryahadi 
Editor: Herlina Kartika





perlu jasa bersih bersih di jogja? hubungi kami segera!


Selasa, 23 Juli 2019

Seluruh bursa Asia menguat pada Selasa pagi


JAKARTA. Seluruh bursa saham kawasan Asia menguat pada Selasa (23/7) pagi. Pada pukul 8,23 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,83% ke 21.593. Hang Seng naik tipis 0,07% ke 28.392.





Taiex naik 0,22% ke 10.968. Sedangkan indeks Kospi menguat 0,33% ke 2.100. Straits Times menguat 0,31% ke 3.367 dan FTSE Bursa Malaysia naik tipis 0,07% ke 1.656.





Pada perdagangan awal pekan, bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat dengan tenaga kinerja emiten kuartal kedua. Kinerja emiten Asia untuk kuartal kedua pun akan mulai muncul pekan ini, termasuk di Indonesia.





Jika kinerja emiten membaik, maka bursa akan cenderung menguat lagi. Otoritas moneter sejumlah bank sentral telah ancang-ancang untuk menghadapi perlambatan. Pekan lalu, bank sentral Korea dan bank sentral Indonesia memangkas suku bunga acuan masing-masing 25 basis point, lebih dulu daripada rencana pemangkasan suku bunga Federal Reserve.





Bank of Korea menurunkan suku bunga acuan menjadi 1,50%. Bank sentral pun menurunkan target pertumbuhan ekonomi menjadi 2,2% dari sebelumnya 2,5%.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/seluruh-bursa-asia-menguat-pada-selasa-pagi
Reporter: Wahyu Tri Rahmawati 
Editor: Wahyu Rahmawati





rumah baru masih berantakan? hubungi cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik






Kamis, 09 Mei 2019

Wall Street masih memerah, meningkatnya tensi perdagangan China-AS biangnya


NEW YORK. Wall Street melanjutkan penurunannya pada perdagangan Selasa (7/5). Pelaku pasar meninggalkan aset berisiko yang dipicu kekhawatiran baru atas negosiasi perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan China buntut pernyataan Donald Trump.





Mengutip Reuters, pukul 9:53 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 284,00 poin, atau 1,07%, pada 26.154,48. S&P 500 turun 32,81 poin, atau 1,12%, pada 2.899,66 dan Nasdaq Composite turun 94,62 poin, atau 1,16%, pada 8.028,67.





Semua sektor pada indeks  utama S&P diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor industri, mencatat penurunan tertajam 1,6%.





Boeing Co, eksportir tunggal AS terbesar ke China, tergelincir 1,8% dan Caterpillar Inc turun 1,3%.





Perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan tinggi termasuk Microsoft Corp, Apple Inc, Amazon.com Inc dan Facebook Inc turun lebih dari 1% dan sekaligus menyeret pasar.





Sebelumnya, Trump menyampaikan pernyataan yang mengejutkan pada Minggu (5/5), akan menaikkan tarif untuk produk China pada hari Jumat. Jika kesepakatan dengan China tidak kunjung diketok.





Sikap Trump ini langsung memicu aksi jual di pasar global dan sekaligus meningkatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global.





"Ada beberapa ketidakpastian tentang apa hasil akhir dari negosiasi perdagangan nantinya. Jika tidak ada kesepakatan yang akan ditafsirkan secara negatif oleh pasar," kata Matt Forester, chief investment officer BNY Mellon Lockwood Advisors di King of Prussia, Pennsylvania. .





Rencananya, Wakil Perdana Menteri China Liu He akan mengunjungi AS pekan ini untuk melakukan pembicaraan perdagangan. Kabar ini sedikit meredakan ketegangan atas perang dagang.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/wall-street-masih-memerah-meningkatnya-tensi-perdagangan-china-as-biangnya






Reporter: Yudho Winarto 
Editor: Yudho Winarto





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service rumah jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Jelang lebaran, berikut saham-saham ritel yang patut dicermati


JAKARTA. Sejumlah analis menyarankan kepada investor untuk mencermati beberapa saham sektor ritel karena prospeknya baik di sepanjang bulan Ramadan hingga menjelang perayaan lebaran nanti.





Di antara beberapa saham ritel, sejumlah analis lebih rekomendasikan untuk mencermati PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS, anggota indeks Kompas100ini), PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF, anggota indeks Kompas100 ini). Sedangkan untuk PT Hero Supermarket Tbk (HERO) direkomendasikan untuk avoid.





Menilik laporan tiga bulan pertama di 2019 ini, Ramayana (RALS) mencatatkan penjualan kuartal I 2019 tumbuh sebesar 1,6% dibandingkan periode yang sama di bulan sebelumnya menjadi Rp 1,54 triliun.





Adapun laba bersih juga meningkat sebesar 428,2% year on year (yoy) menjadi Rp 77,5 miliar. Margin laba bersih mencapai 5,0% dari total penjualan bersih tiga bulan pertama tahun 2019.





Emiten ritel lainnya Matahari Departemen Store (LPPF) yang mencatatkan penurunan penjualan bersih sebesar 11,7% dari Rp 1,96 triliun di kuartal I 2018 menjadi RP 1,92 triliun. Sementara itu labanya juga turun 42% menjadi Rp 142,5 miliar.





HERO membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 0,3% yoy dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya menjadi Rp 3,05 triliun. Namun HERO rugi cukup besar di tiga bulan pertama 2019 sebesar Rp 3,5 miliar.





Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan menjelang momen hari raya Idul Fitri membuat emiten di sektor ritel mengalami peningkatan penjualan dan laba karena peningkatan aktivitas belanja.





“Perlu dicermati juga persaingan yang ketat di sektor ritel saat ini membuat beberapa emiten sedikit kesulitan mencatatkan kinerja yang positif,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (7/5).





Misalnya saja saham RALS dan LPPF yang direkomendasikan untuk hold sambil wait and see. Saham RALS sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.





Senada dengan rekomendasi atas RALS, Wawan menyarankan investor mencermati pergerakan dari LPPF seiring dengan akan dilakukannya aksi korporasi buy back saham. Sehingga jumlah saham beredar berkurang dan meningkatkan laba per saham.





Wawan juga menjelaskan LPPF dikenal sebagai emiten dengan dividen yield yang menarik. Perusahaan juga ditunjuk menjadi distributor eksklusif untuk beberapa merek produk dari luar negeri yang menambah varian produk dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja di samping terus mengembangkan gerai ritel LPPF di beberapa lokasi baru.





Meski diprediksi akan mengalami kenaikan pada momen menjelang hari raya, “Namun kenaikan saham emiten diperkirakan akan terbatas mengingat kinerja yang tidak terlalu baik di tengah persaingan yang ketat dan pergeseran pola konsumsi di masyarakat,” ujarnya.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/jelang-lebaran-berikut-saham-saham-ritel-yang-patut-dicermati






Reporter: Arfyana Citra Rahayu 
Editor: Yudho Winarto





apakah anda ingin membersihkan rumah atau kost anda namun tidak memiliki waktu luang? serahkan kepada kami, klik jasa bersih rumah dan kost jogja untuk solusi terbaik


Simak rekomedasi tiga analis untuk saham Bank Bukopin (BBKP)


JAKARTA. PT Bank Bukopin Tbk berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 190 miliar pada tahun 2018 lalu. Pencapaian laba tersebut tumbuh 40% bila dibandingkan dengan periode tahun 2017.





Memang, tahun lalu bank bersandi bursa BBKP itu lebih memilih pada penguatan laba, perbaikan kualitas aset, dan efisiensi. 





Akibatnya, tahun 2018 kredit Bukopin turun 8,5% menjadi sebesar Rp 66,44 triliun. Selain itu, total aset Bukopin juga menyusut 10,14% menjadi Rp 95,64 triliun.





Sementara itu, hasil dari perbaikan kualitas aset, rasio kredit bermasalah alias non performing loan (NPL) ikut mengalami perbaikan di tahun lalu. NPL net turun cukup tinggi dari 6,37% menjadi 4,75%. Di sisi lain, NPL gross juga menurun walau masih relatif tinggi ke angka 6,67% dari setahun sebelumnya 8,54%.





Head of Equity Research Strategy Banking, Consumer dari Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma menilai meski membaik total NPL BBKP masih cukup tinggi. Sebab NPL gross industri perbankan Maret lalu di level 2,51%.





“Ada perbaikan gara-gara mereka melakukan rekonstrukturisasi,” kata Suria kepada Kontan.co.id, Selasa (7/4).





Sebab tahun depan di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerapkan aturan akuntansi lewat Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang akan berlaku tahun 2020 mendatang.





Kata Suria aturan ini bisa membuat kenaikan biaya kredit BBKP sebab adanya penyesuaian tarif sesuai dengan ketentuan PSAK 71. Jadi nantinya ada persentase cadangan dari kredit yang disalurkan sebelum kredit dilempar ke pasar.





Suria mengatakan untuk itu coverage rasio BBTN yang masih rendah harus segera dinaikkan. Tetapi risikonya biaya laba bersih bisa tertekan tahun ini bila BBKP mau menaikkan coverage rasio secara bertahap Suria berharap tahun ini BBKP dapat meningkatkan permodalannya dengan berbagai pilihan alternatif misalnya rate issue.





Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas, Nurulita Harwaningrum mengatakan jika BBKP mampu berbenah mengenai kualitas kredit mereka maka bisa mendongkrak kinerja di tahun ini. “Likuiditas mereka masih bagus dengan loan to deposit ratioatau rasio likuiditas (LDR) 85%,” kata Nurulita kepada Kontan, Selasa (7/5).





Analis PT Deutsche Verdhana Sekuritas, James Nugroho mengatakan dalam risetnya 2 April 2019 biaya kredit BBKP kemungkinan akan tetap meningkat dalam waktu dekat.





Sementara itu, persaingan dan waralaba transaksi lemah kemungkinan akan menghambat ekspansi Net Interest Margin (NIM) yang akan lebih rendah. Ia memperhitungkan pertumbuhan pinjaman yang bakal lebih rendah di tahun ini.





Ia menambahkan pertumbuhan BBKP tahun ini dapat disokong oleh kredit konsumen dan dana pinjaman usaha yang dapat tumbuh 8%, serta pertumbuhan setoran sekitar 7%. Namun risiko kredit yang lebih tinggi, ia menurunkan RO ROAE menjadi 11,8%.





James menilai risiko utama yang akan dihadapi emiten perbankan ini adalah terkait kenaikan atau penurunan meliputi pertumbuhan kredit dengan sentimen makro yang terus bergulir seperti pemangkasan suku bunga yang mungkin dilakukan Bank Indonesia (BI) di tahun ini. Selain itu, penurunan atau kenaikan suku bunga simpanan masih menjadi sentimen.





Ia memproyeksi sampai dengan akhir tahun ini, BBKP dapat membubukan laba bersih mencapai Rp 655 miliar naik darri laba bersih tahun lalu sebanyak Rp 190 miliar Akan tetapi James pun memangkas perkiraan laba bersih BBKP, sebelumnya ia optimisme mencapai Rp 771 miliar. Sementara untuk NPL tahun ini di level 5,6% turun dari tahun lalu di level 6,6%.





Analis Bina Artha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengamati secara analisis teknikal pergerakan saham BBKP masih dalam kondisi downtrend dengan memotong garis moving average (MA) 200. Pola three black crows candlestick pattern sudah terbentuk yang mana mengindikasikan jual, dengan indikator SAR yang menunjukkan sinyal negatif.





Untuk itu, Nafan merekomendasikan hold dengan target harga Rp 266 sampai dengan akhir tahun. Adapun James merekomendasikan hold dengan target harga Rp 400 sampai dengan akhir tahun. Sementara, Suria merekomendasikan buy di level Rp 370 sampai dengan akhir tahun.





Sumber:
https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomedasi-tiga-analis-untuk-saham-bank-bukopin-bbkp





Reporter: Yusuf Imam Santoso 
Editor: Yudho Winarto





kost anda kotor dan tidak sempat membersihkannya? serahkan kepada kami jasa bersih kos jogja


Rabu, 10 April 2019

Bakal rights issue dan stock split, saham Toba Bara (TOBA) bisa dilirik


JAKARTA. PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) akan melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. TOBA bakal menjalankan rights issue dalam jumlah sebanyak-banyaknya 470 juta lembar saham dengan nominal Rp 200 per saham.





Di saat yang sama, TOBA juga akan memecah nominal saham atau stock splitdengan rasio 1:4. Dalam stock split ini, berarti nominal saham TOBA hasil rights issue bakal berubah dari Rp 200 menjadi Rp 50 per saham. Jumlah sahamnya juga akan bertambah menjadi 1,88 miliar saham.





Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memprediksi, sepanjang dana hasil rights issue tersebut digunakan untuk ekspansi, penerimaan terhadap aksi korporasi ini bakal cukup positif. “Kecuali buat bayar utang. Kalau bayar utang biasanya penerimaannya kurang begitu baik,” kata dia saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (9/4).





Sebelumnya, melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia tanggal 8 April 2018, direksi TOBA mengatakan rights issue ini bertujuan untuk memperkokoh struktur permodalan. Dana rights issue ini bakal digunakan untuk membiayai investasi, serta mendukung perkembangan dan ekspansi usaha TOBA.





Wawan juga mengatakan, rights issue dan stock split ini bakal membuat pergerakan saham TOBA lebih likuid. “Karena jumlah saham beredar jadi lebih banyak dan harga sahamnya jadi lebih murah. Ya paling tidak bisa naik lebih tinggi lagi,” kata dia.





Hingga penutupan perdagangan Selasa (9/4), harga saham TOBA berada di level Rp 1.590 per saham. Sementara itu, secara year to date (ytd), harga saham TOBA menurun sebesar 1,85%. Menurut Wawan, harga saham TOBA saat ini cenderung wajar, mengingat price earning ratio (PER) saham ini adalah 5,85 kali.





Untuk itu, menurut dia, saat ini investor sudah bisa mulai mengoleksi saham TOBA. Alasannya, harga batubara sudah jauh lebih baik dibanding empat tahun sebelumnya. Apalagi, dengan rencana rights issue untuk memperkuat modal yang menjadikan potensi pendapatan TOBA bisa meningkat, Hal ini otomatis dapat menarik minat para investor.





Sebagai informasi, per 2018, pendapatan TOBA adalah sebesar US$ 438,44 juta dengan laba besih sebesar US$ 37,79 juta. Sementara itu, Wawan menargetkan harga saham TOBA bisa menyentuh level Rp 2.000 per saham dalam jangka panjang.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/bakal-rights-issue-dan-stock-split-saham-toba-bara-toba-bisa-dilirik
Reporter: Nur Qolbi 
Editor: Komarul Hidayat





jika anda tidak ingin repot membersihkan hunian anda, segera hubungi kami cleaning service panggilan jogja untuk solusi terbaik


Simak rekomendasi analis untuk saham BSDE, APLN, dan TOPS


JAKARTA. Pertumbuhan kinerja sejumlah emiten properti KOMPAS100 terpantau minus di 2018. Analis menilai lesunya harga properti disebabkan siklus properti yang belum uptrend.





Sebagai tambahan informasi, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE, anggota indeks Kompas100 ini), membukukan pendapatan yang turun 35,9% year on year (yoy) dari Rp 10,35 triliun tahun 2017 menjadi Rp 6,63 triliun tahun 2018. Begitu juga dengan laba bersih minus 73% yoy yang turun Rp 4,92 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 1,29 triliun pada tahun 2018.





Begitu juga penjualan dan pendapatan PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN, anggota indeks Kompas100 ini) turun hingga 28,5% yoy menjadi Rp 5,03 triliun pada tahun lalu. Di 2017 APLN masih mencatat pendapatan Rp 7,04 triliun.





Sedangkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot 94,1% yoy dari Rp 1,36 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 79,6 miliar pada tahun 2018





Penurunan pendapatan juga dibukukan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS, anggota indeks Kompas100 ini) yang sepanjang kuartal III sebesar 37% quarter to quarter (qtq) menjadi Rp 1,15 triliun. Laba bersih yang dicatat juga anjlok 54,3% qtq menjadi Rp 85,5 miliar dari Rp 187,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.





Kepala Riset Narada Asset Management Kiswoyo Adi Joe melihat penurunan ini karena siklus properti yang sedang lesu. Menurutnya uptrend yang hadir 10 tahun sekali baru akan booming pada 2023.





“Saya rekomendasi Buy BSDE dengan harga wajar Rp 1.800 tapi untuk penyimpanan jangka panjang hingga 2021,” jelasnya.





Namun, di 2021 investor bisa melakukan transaksi jangka pendek dan menengah karena kondisi harga sudah mulai uptrend.





Analis Panin Sekuritas William Hartanto menjelaskan valuasi emiten menjadi murah karena saham lain yang sudah naik tinggi. “Akan datang waktunya saham properti yang bervaluasi murah akan dilirik oleh pelaku pasar,” jelas dia.





William menunjuk BSDE sebagai emiten yang paling direkomendasikan untuk Buy. “Melihat potensi dan minat masyarakat yang tinggi, BSDE punya akumulasi asing yang besar,” jelas dia.





Bagi investor yang mau melakukan transaksi saham BSDE, gunakan strategi buy on breakout 1.500. Pergerakannya masih terlihat sideways sebelum menembus resistance ini.





Untuk APLN secara teknikal masih menurun. Tapi investor dapat mencermati support terbatas di 166. Begitu juga dengan TOPS yang berada pada support 690. “Keduanya bisa dibeli di support ini atau di atasnya, yang penting support dipertahankan,” jelasnya.





Menurut William, ketiga saham ini masih layak dikoleksi jangka pendek hingga jangka menengah karena kinerja dan peluang perusahaan masih potensial.





Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-analis-untuk-saham-bsde-apln-dan-tops
Reporter: Arfyana Citra Rahayu 
Editor: Yudho Winarto





cleaning service panggilan jogja terbaik dengan layanan memuaskan dan harga terjangkau, hubungi kami segera