Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Mei 2019

Kuartal I-2019, pembiayaan investasi multifinance tumbuh 10,66% yoy


JAKARTA. Perusahaan multifinance masih mencatatkan pertumbuhan pembiayaan hingga Maret 2019. Kepala Departemen Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2B OJK Bambang W. Budiawan menyatakan piutang pembiayaan mengalami pertumbuhan 5,17% year on year (yoy) atau meningkat sebesar Rp 21,66 triliun menjadi Rp 440,86 triliun pada tiga bulan pertama 2019.





"Apabila dilihat berdasarkan jenis kegiatan usaha, Pembiayaan Multiguna tumbuh 6,55% yoy, Pembiayaan Modal Kerja tumbuh 2,42% yoy, dan Pembiayaan Investasi mengalami peningkatan piutang sebesar 10,66% yoy," ujar Bambang kepada Kontan.co.id pada Senin (6/5).





Lanjut Bambang, kenaikan pada Pembiayaan Investasi berasal dari kontribusi sektor pertambangan, sektor transportasi dan sektor konstruksi.





Adapun pembiayaan kendaraan bermotor roda empat tumbuh 4,29% yang ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan kendaraan roda 4 baru, sementara untuk roda empat bekas tumbuh minus 2,94%. Sedangkan untuk pembiayaan kendaraan roda dua baru dan bekas memberikan kontribusi pertumbuhan yang hampir sama di sekitar 5%-7%.





"Kepercayaan pihak asing pada industri pembiayaan sejauh ini masih sangat  positif terbukti dari sumber pinjaman luar negeri masih tumbuh positif. Beberapa perusahaan multifinance sedang dalam proses penjajakan dengan strategic investor asing," pungkas Bambang.





Sumber:
https://keuangan.kontan.co.id/news/kuartal-i-2019-pembiayaan-investasi-multifinance-tumbuh-1066-yoy





Reporter: Maizal Walfajri 
Editor: Azis Husaini





rumah kotor, berantakan, dan kurang nyaman? mungkin anda harus membersihkannya, klik cleaning service jogja untuk mendapatkan pelayanan terbaik


Selasa, 12 Maret 2019

Bakal hilirisasi, tiga saham emiten tambang ini bisa jadi pilihan


JAKARTA. Punya prospek positif di jangka panjang, investor direkomendasikan untuk membeli saham saham emiten yang telah mencanangkan hilirisasi tambang. Mengingat, lewat hilirisasi harapannya kinerja laporan keuangan emiten akan semakin positif didukung harga jual yang cukup kompetitif





Adapun beberapa emiten yang diketahui bakal melakukan hilirisasi yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).





Direktur BUMI Dileep Srivastava mengungkapkan, bahwa saat ini perusahaan itu masih dalam tahap pengkajian rencana hilirisasi.





"Ini masih terlalu awal, BUMI akan membuat keputusan Feasibility Studies selesai. Setelah itu, kita akan tahu apa yang paling optimal untuk diusulkan dan untuk ke depannya," kata Dileep kepada Kontan.co.id, Minggu (10/3).





Sebagai informasi, sebelumnya Direktur Utama BUMI Saptari Hoedaja mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk membangun kawasan industri bernama PT Batuta Chemical Industrian Park di Bengalon, Kalimantan Timur.





Proyek hilirisasi gasifikasi batubara tersebut nantinya mampu mengubah batubara menjadi metanol, dan kemudian bisa mengubah metanol menjadi fuel diesel. Di mana, diperkirakan dana investasi yang dibutuhkan untuk mendanai proyek tersebut hampir mencapai US$ 2,5 miliar atau setara Rp 35 triliun (kurs Rp 14.000 per dolar AS).





Sayangnya, saat ditanya seberapa besar untung dan rugi hilirisasi bagi perusahaan, Dileep belum ingin menjabarkan lebih lanjut. "Baiknya tidak berspekulasi dulu, karena studi kelayakan yang mencakup berbagai opsi sedang berlangsung," jelasnya.





Di sisi lain, meskipun baru rencana hilirisasi, Analis Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy merekomendasikan investor untuk membeli beberapa saham tambang tersebut. Di mana, dia meyakini emiten yang menjalankan hilirisasi industri bakal memiliki prospek positif.





Apalagi, hilirisasi produk tambang menurutnya sudah seharusnya dilakukan sejak dulu. Untuk itu diperlukan kerja sama dari pemerintah dan swasta dalam mendorong realisasi hilirisasi produk tambang.





"Tidak bisa salah satu pihak saja. Dukungan pemerintah diperlukan, misalnya melalui pemberian insentif. Mengingat, proses penghilirisasian ini membutuhkan belanja modal yang besar," ungkap Robertus kepada Kontan.co.id, Minggu (10/3).





Dengan begitu, investor direkomendasikan untuk membeli saham ANTM dengan target harga Rp 1.100, PTBA dengan target harga Rp 4.500 dan saham BUMI dengan target harga Rp 450.





Asal tahu saja, akhir pekan ini (8/3) saham ANTM ditutup koreksi sebanyak 5,26% di harga Rp 990, begitu juga saham PTBA yang terkoreksi 0,99% ke harga Rp 4.000, dan saham BUMI yang merosot 4,05% di harga Rp 142.





Sebagai gambaran, PTBA sudah melakukan pencanangan proyek hilirisasi gasifikasi batubara menjadi DME yang bisa dijadikan pengganti LPG, begitu juga dengan ANTM yang bakal bekerja sama dengan induk usahanya Inalum untuk produksi alumina.





Sedangkan BUMI, masih melakukan kajian terkait rencana gasifikasi batubara menjadi metanol hingga akhirnya menghasilkan fuel diesel.





Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/bakal-hilirisasi-tiga-saham-emiten-tambang-ini-bisa-jadi-pilihan





Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Yudho Winarto





ingin bersih-bersih namun tidak mempunyai waktu luang? serahkan kepada kami, jasa bersih kost dan rumah jogja